//
selamat membaca...
Inspirasi, Mompreneur, Tips Bisnis untuk Pemula

Dibalik Kisah Jas Hujan Muslimah Sheba

Bismillah. Sahabat muda dimana pun berada. Hari ini adalah hari Kamis, tanggal sebelas bulan Agustus dua ribu enam belas. Satu minggu sebelum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke tujuh puluh satu. Pada jam dua lewat empat puluh menit ini, saya ingin cerita satu hal yang berkesan. Semoga sahabat berkenan membacanya hingga selesai.

***

Ini adalah kisah perjuangan seorang mahmud, mamah muda dalam menjalankan bisnis rumahan dengan Brand Jas Hujan Muslimah Sheba. Sebuah Jas Hujan unik yang kini sedang banyak diperbincangkan dan diminati oleh kaum hawa, khususnya muslimah aktif.

Namanya adalah Eka Rizki Indriyani (25yo). Ibu muda berputra dua ini mengawali bisnis Jas Hujan Muslimah Sheba penuh cerita. Cerita perjuangannya patut untuk disimak oleh muslimah manapun yang ingin berjuang dan berkarya dari rumah. Kisah sederhana sebagai pemantik jiwa.

2011-2012: Kisah Berawal di Kota Gudeg Jogja

Beberapa hari setelah menikah di Tangerang, Eka dan suaminya memutuskan kembali ke Jogja. Selain menyelesaikan kuliahnya yang masih semester 6, suaminya juga kembali bekerja. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Hamfara Jurusan Perbankan Syariah ini bertekad menjadi seorang istri saat masih duduk dibangku kuliah.

Perbincangan Eka dan suami dalam membangun visi keluarga selalu hangat. Kala itu pasangan muda ini hobi melakukan WIFLE, what i feel like expression, yakni aktivitas ‘curhat’ saat sebelum tidur dan membahas dream dan capaian sehari-hari. Dari sinilah tercetus dream, “Menjadi Keluarga Inspiratif yang memberdayakan 1 juta orang.”

Siang itu panas terik, saat sedang memasak bersama di sebuah sepetak kontrakan sederhana, mereka menonton film kisah pengusaha muda sukses asal Thailand, Itiphat, yang berjudul The Millionaire. Seorang pengusaha yang melahirkan produk snack terbuat dari rumput laut, Tao Kae Noi.

Saat itulah kemudian tercetus ide membangun nama usaha, Rumah Balqis. Nama ini diambil dari kesukaan Eka memakai nama Balqis sebagi nama tauriyahnya di facebook. Eka rupanya sangat mengagumi sosok Ratu Balqis karena ketaatannya kepada seruan Nabi Sulaimana as untuk taat kepada Alloh SWT.

Setelah mendapat nama usaha, lalu pasangan muda ini memikirkan produk apa yang akan mereka jual. Ide kemudian muncul saat suami Eka mengikuti pelatihan bisnis online. Sebuah riset pasar yang sederhana dengan teknik google trends dan keyword. Dihasilkanlah kesimpulan bahwa Jas Hujan Muslimah salah satu peluang bisnis yang menjanjikan.

Saat suami menceritakan hasil pelatihannya, lalu Eka menyambutnya dengan antusias. Ide ini brilian. Terlebih lagi sebagai muslimah, Eka selalu galau dengan Jas Hujan Ponconya ketika musim hujan tiba. Dekil, bau, terbang dan membahayakan. Sama sekali tidak nyaman. Bahkan sering kali menerobos hujan dengan basah kuyup.

Ide membuat Jas Hujan pun muncul. Lalu, kedua pasangan ini datang ke penjahit dekat kontrakan mereka. Ternyata gayung bersambut. Penjahit itu pun ternyata juga memproduksi juga Jas Hujan Muslimah versi dia. Akhirnya, Eka memutuskan bekerjasama menjualkan dan konveksi memproduksi. Akad awalnya adalah dengan menjadi resellernya. Berjualan pun dimulai. Karena belum memiliki nama, maka Eka memberi nama produknya JHM, singkatan dari Jas Hujan Muslimah. JHM kala itu masih dibanderol dengan harga 80.000 rupiah.

Setahun usaha berjalan, tepatnya 2012 menjadi tahun tak terlupakan. Awalnya usahanya berjalan lancar. Kemudian muncul masalah. Kualitas bahan yang diperoleh di Jogja tidak standar. Banyak yang tembus dan bocor. Walhasil, Eka mendapat komplain keras dari customernya. Tak sedikit yang meminta refound, bahkan membatalkan order senilai jutaan rupiah.”>Tak berhenti sampai disitu, masalah lamanya poses produksi juga menjadi kendala. Hingga satu bulan produksi, JHM baru dapat didistribusikan. Waktu yang sangat lama untuk menunggu bagi customer.

Setelah evaluasi usahanya bersama suami, akhirnya mereka memutuskan berhenti sejenak. Sambil mencari solusi atas bisnis mereka, Eka juga bersiap melahirkan putra pertama mereka. Untuk mempersiapkan kelahiran dan produk baru, mereka akhirnya memutuskan untuk pindah ke Tangerang.

2013 Awal: Tahun Kelahiran Putra Pertama dan aktif Nge-Craft

Tahun ini Eka menjadi ibu muda. Sekaligus usaha Craft yang sebenarnya sudah ditekuni sejak 2012 berbarengan dengan JHM. Waktu itu masih dibantu produksinya oleh crafter muda di Sewon, Bantul. Berbahan dasar kain flanel suami istri ini tekun membuat kerajinan tangan. Jas Hujan Muslimah sementara berhenti, akan tetapi masih saja terus mendapat sms, inbox dan telp permintaan. Tetapi, mereka belum menyanggupi produksi karena belum siap.

Selama memproduksi felt craft inilah peluang belajar semakin besar. Usaha craft ini terbilang cukup sukses kala itu karena lagi boomingnya. Melalui craft ini ia pernah ikut festival muslimahpreneur di Surabaya, mentoring bisnis bersama business coaching, eksis di Tangerang Expo, hingga memenuhi undangan pelatihan beberapa ibu-ibu PKK, memberdayakan hingga 12 crafter dan sempat diliput beberapa media dan stasiun televisi dan menjadi nara sumber di acara House and Living DAAI TV. Tapi, sepertinya Jas Hujan Muslimah tidak mau lepas dan terus terbayang, “Kapan ya bisa penuhi lagi permintaan Muslimah aktif?” Kenang Eka.

2013 Pertengahan: Tahun Kembalinya Memproduksi Jas Hujan dan Lahirnya nama Sheba

“Yuk kita produksi Jas Hujan Muslimah lagi bi..!” Ajak Eka kepada suaminya. Saat itu suaminya yang masih bekerja di perusahaan swasta nasional, mengiyakan. Mereka berdua akhirnya membeli sebuah mesih jahit.

Perburuan bahan pun dimulai. Bahan demi bahan mereka uji coba. Puluhan bahan mereka buat sample. Namun, belum juga menemukan bahan yang pas. Mereka tak putus asa. Semangat Eka ingin menghadirkan produk berkualitas rupanya terus membara. Saat rasanya pada titik mastatho’tum itulah pertolongan Alloh datang. Informasi bahan unik, ekspor. Langsung saja mereka berdua mengunjunginya.

“Alhamdulillah, ini bahan yang kita cari bi.. keren ya.. kayak daun talas. Masyaa Alloh.” seru Eka kepada suaminya. Kabar gembira itu lantas memutuskan membeli bahan tersebut dalam jumlah yang banyak. Produksi pun dimulai. Semua baru. Mulai dari bahan baru, desain baru, packaging baru, kualitas baru, dan brand baru dengan lahirnya,Jas Hujan Muslimah Sheba – Rainy Day Friend.

“Desain kedua ini kami ngga tanggung-tanggung. Kami ingin Sheba itu spesial, unik dan berkelas. Kualitas harus jadi prioritas. Dan add value kami tambah, mulai desain cantik, simple, mudah, nyaman, melindungi dan syar’ie” Tekadnya. “Target market sheba itu muslimah berhijab syar’ie yang aktif. Merekalah sahabat Sheba saat hujan.” Begitu tambahnya meniru tagline Sheba – Rainy Day Friend.

Perjuangan kerasnya membuahkan hasil. “Alhamdulillah. Ngga kerasa ya.. dulu sampe beli bahan naik motor, beraaat banget. Sampe pulang sakit badan dan akhirnya meriang.” Kenangnya. “Semua perjuangan pasti akan ada hasil. Kalau dulu sampe diusir secara halus untuk pindah kontrakan gara-gara gak mampu bayar, alhamdulillah sekarang lebih baik. Kalau dulu makan pakai nasi kemarin ditambah ulekan tahu sisa kemarin+sambel, alhamdulillah sekarang juga masih suka nyambel, hehe..” Kenangnya lagi dengan mata berbinar dan senyum lebar.

Bersama brand baru Sheba, Eka dan suami terus belajar mengembangkan usaha ini hingga skala pabrikan. Saat ini kurang lebih 1000 pcs mereka produksi per bulan. “Saat ini kami berpacu dengan permintaan yang semakin tinggi. Alhamdulillah, Produksi kami sekitar 700-1000 pcs per bulan. Doakan bertambah.” Jelasnya kepada reporter Majalah UMMI.

Menariknya, mereka memulai usaha dengan modal tanpa riba dan tanpa akad bermasalah. Bagi mereka memulai bisnis dengan modal kecil bukan sebuah kendala. Justru mereka malah memulai bisnis mereka dengan modal Rp.0,-

Kedua pasangan lulusan sarjana ekonomi Islam ini yakin, bisnis UKM walaupun skala kecil harus dimulai sesuai syariah supaya berkah. Bukan dibangun dengan akad bathil dan modal berbau riba. “Bisnis itu bukan cuma untung rugi, tapi surga dan neraka. Jadi, kami memastikan bisnis kami halal dan sesuai syariah. In syaa Alloh, berlimpah, aamiin.” Imbuhnya.

Usaha mereka kini berkembang dengan cepat. Berbasis online, kini mereka telah memiliki 40 keagenan daerah. Dengan delapan penjahit mereka bertumbuh bersama-sama. Eka sekarang berfokus untuk meningkatkan kecepatan dengan strategi menyiapkan primary stock plus safety stock.

“Masalah bisnis tetap ada. Tinggal bagaimana mensiasatinya. Kalau dulu kita fokus jualan mencari prospek baru. Kalau sekarang kami hanya fokus mensuplai agen sheba. Jadi, kerja kami lebih ringkas. Fokus pada persiapan stock, persiapan campaign promosi, dan pemotretan produk.” Jelas ibu dari Muhammad Khalid Ibrahim dan Muhammad II Ibrahim ini.

“Tugas kami, RumahBalqis sebagai produsen Sheba adalah mempersembahkan kualitas Sheba terbaik.. Kualitas bagi kami adalah menyangkut nama dan reputasi seperti apa Sheba dihati customer. Inilah yang penting kami bangun. Kepercayaan, komitmen dan amanah itu harus kami jaga. Kami percaya, bisnis ini masih akan terus berkembang.” Imbuhnya

Eka mengaku menjalankan bisnis dengan strategi yang natural. Alami. “Strategi yang kami gunakan sangat simple, tapi tumbuh secara kuat, dan itu sudah dan sedang kami praktekkan.” Saat ditanya bukankah ini bisnis musiman, dia menjawab, “Rezeki itu seperti ajal. Dia pasti akan datang. Jadi, tidak perlu risau.” Pungkasnya kepada Mba Aida Majalah UMMI.

Benar saja. Customernya selalu ramai. Saat musim hujan, ramai orang beli. Saat kemarau juga tetap membeli. Dia mengaku mengedukasi customernya dengan hastag #RencanakanHariHujanmuBersamaSheba. Sebuah ajakan untuk memiliki Sheba saat sebelum hujan. Hastag lainnya adalah #AlhamdulillahHujan sebuah ajakan mensyukuri turunnya hujan sebagai nikmat dan berkah dari Alloh, bukan malah dibenci dan dikambing hitamkan. Lalu hastag #LoveSheba, #StoryOfSheba yang semua bisa diakses via instagram @Sheba_ID

Saat ditanya rencana kedepan RumahBalqis akan melakukan apa, ia menjawab “Kami berfokus pada customer kami, para agen kami. Dari mereka urat nadi bisnis ini berdenyut. Tentu dengan kualitas produk yang baik dan kecepatan pelayanan. Dan semoga Alloh ridho, aamiin” pungkasnya. “Doakan kami supaya bisa memperbesar skala usaha agar dapat membantu lebih banyak muslimah aktif diluaran sana ya.” Pintanya. [] Oleh: AKH.

Advertisements

About Couplepreneur - Blogger

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: