//
selamat membaca...
#YukNgaji, Catatan Pribadi

Ngaji itu Penting

Bagaikan jantung yang berdetak dalam tubuh manusia, ngaji menjadi pemompa darah berupa semangat dan energi yang luarbiasa bagi si empunya tubuh. Jiwa menjadi segar, fikiran menjadi lebar, hati menjadi sabar, aktivitas menjadi produktif, pribadi menjadi solutif, dan pendapatnya argumentatif.

***

Sahabat muda dimana pun berada. Fenomena ngaji sedang ngetren dan mewabah seperti virus yang menular.Sekarang rasanya kalau ngga ngaji itu ngga keren. Kalau jaman dulu ngaji terkesan kampungan dan anak rohis banget. Kalau jaman sekarang semua kalangan pengen ngaji, mulai dari pengusaha, remaja, mahasiswa hingga artis.

Momentum hijrah menjadi pilihan. Kapan waktu yang tepat dan melalui apa mereka akhirnya berhijrah menjadi cerita menarik. Kalaulah akhirnya meninggalkan sisi gelap masa lalu, itu adalah sebuah pilihan keberanian. Berani dihujat, dicibir, digunjing atau ditinggal sahabat dekat dan karir sekalipun. Cerita hijrah seseorang – apalagi dia publik figur – selalu menarik untuk disimak.

Kini jamannya sudah berubah. Kalau dulu pakai jilbab terkesan kayak ibu-ibu mau kondangan, atau berangkat pengajian, atau ada hajatan dan tabliq akbar. Kini image itu ngga lagi. Kesadaran berhijab menjamur dimana-mana. Semua ingin tampil syar’ie. Inilah perubahan yang dinanti dan diingin sebagai manusia yang fitri.

Kalau dulu ngaji harus ke surau, ke mushola, ke masjid, ke majelis taklim. Kini ngaji dijumpai sampai perkantoran, di bank-bank, di perusahaan, di rumah makan, di resto, di hotel, di venue-venue yang dulu hanya dibuat untuk gawe bisnis dan sosial. Kini ngaji bisa dimana saja. Tinggal pilih waktu dan tempatnya saja.

Era after google lebih canggih lagi. Ngaji semudah klik tombol di smartphone, dengerin tausiyah sambil mengerjakan aktivitas lainnya. Masyaa Alloh. Luar biasa ya perkembangan dakwah yang didukung teknologi. Yang jauh jadi dekat, yang sulit jadi mudah, yang tidak kenal menjadi akrab, dengan Islam. Jadi, ngga ada alasankan ngga ngaji?

Ngaji itu Ibarat Jantung

Sahabat muda, jika sahabat memiliki jantung, hehe.. Iya dong. Maka mohon maaf, coba pegang. Masih berdetak ya.. alhamdulillah. Bagaimana rasanya memegang jantung yang berdetak, masyaa Alloh. “Hah.. Biasa ajah?” Hehe..

Ngaji itu ibarat jantung, yang memompa darah ke seluruh tubuh agar setiap organ tubub fresh dan bekerja optimal. Tanpa kerja jantung yang mensuplay darah, maka sirkulasi menjadi abnormal, kerja organ lain terganggu. Bisa-bisa fatal akibatnya.

Coba bayangin disebuah unit gawat darurat ada seorang pasien. Pasien itu sedang pingsan, dan diketahui jantungnya tak berdetak. Apa yang dilakukan sang dokter? Pastilah mengecek betul jantungnya dan memastikan agar berdetak kembali. Diambillah alat kejut jantung dan diletakkan didada pasien.

Jika jantung si pasien berdetak kembali berarti kemungkinan dia selamat dan jika jantung tak berdetak itu artinya? Ya.. tiada. Begitulah pentingnya jantung bagi tubuh pasien.

Jika seseorang tidak ngaji, bisa jadi ada ruang kosong dalam hatinya. Hidupnya sesungguhnya mati dari hidayahNya. Tubuhnya sehat, tetapi spiritualnya kosong. Mungkin saja ia sukses dunia, tapi kering soal akhirat. Bagaimana mungkin orang seperti ini dikatakan “hidup”?

Ngaji Islam

Memahami Islam bukan sekedar tanggungjawab para ulama. Bukan pula tugas kyai dan santrinya. Bukan pula hanya dikaji oleh majelis taklim saat arisan saja. Bukan juga karena paksaan guru saat ujian semester tiba. Tapi, memahami Islam adalah hakikat penciptaan dan tujuan hidup manusia. Dengan Islamlah jalan kemuliaan itu ada.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR Ibnu Majah).

NGAJI-lah walaupun satu kali. Jika ngajimu cuma sekali, matinya jangan disesali. Karena hidupmu cuma satu kali.

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedangkan mereka lalai tentang (kehidupan) akhirat”. (QS Ar-Ruum [30]:7)

Wallohua’lam. Semoga BERKAH 

Prio Agung Wicaksono

Advertisements

About Couplepreneur - Blogger

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: