//
selamat membaca...
Catatan Pribadi, Tips Bisnis untuk Pemula

Strategi UKM Bertumbuh

Sahabat Startup, kali ini saya ingin ngobrol soal bagaimana kita sebagai startup mampu bertahan (survive) dan bahkan sampai melaju berkembang saat usaha yang kita jalankan ada pesain dibidang produk yang sama. Baiklah, ini penting kita bahas karena kadang membuat bingung apa yang harus dilakukan.

***

Sebagai startup kekhawatiran usahanya akan ditiru dan ada pesaing kadang membuat rasa takut dan khawatir. Perasaan ini lumrah saja. Jadi, tidak perlu khawatir. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana strategi terus bertumbuh.

Namanya Flanking Strategy atau biasanya disebut Strategi Flanker. Strategi ini saya kutip dari buku karya Pak Yuswohady yang berjudul “Beat the Giant” yang ditulis tahun 2010. Karena saya fikir masih relevan, maka saya tuliskan disini. Terlebih strategi ini menurut saya, aplikatif dan praktis.

Strategi flanker adalah sebuah strategi bisnis yang diadopsi dari strategi militer. Wuiih.. berat nih, hehe.. Ngga ya.. saya jelasin sederhananya aja. Biar mudah dipahami dan apa yang saya pahami aja, Kalo belibet, tar saya yang salah, hahaha..

Strategi flanker diterapkan bagi pelaku bisnis yang masih memiliki sumber daya bahan sedikit, modal sedikit, produksi juga masih sedikit, jangkauan bisnisnya juga belum luas. Artinya, jika flanker langsung berhadapan dengan pesaing besar jelas langsung kalag telak. Maka, flanker butuh strategi jitu.

Strategi terbaik itu bukan dengan bertahan, tetapi dengan menyerang. Begitu kata Sun Tzu. Nah, menariknya strategi ini sudah diterapkan brand besar kayak D’Cost, Lion Air, Tracktor Quick, dll. Kalau kita perhatikan, brand itu memiliki beberapa kesamaan: memiliki added value proposition yang sangat khas, dan dengan strategi high value, cost lest.. weih.. inggris semua nih, hehe..

Maksudnya value propotision itu adalah nilai khas yang ditawarkan sebuah brand untuk customer mereka. Dengan memberi nilai yang tinggi (high value) dan dengan biaya yang murah (cost lest) bakal menuai omset yang wah. Tapi, kalau mau main strategi ini, kudu kuat di volume. Artinya, kuat bikin orderan yang banyak. Sedia bahan baku yang banyak. Cabang banyak, dll. Kalau belanja bahan baku banyak biasanya dikasih harga murah. Efeknya ke harga jual juga murah. Iya apa iya?

Nah, kalau belum kuat main di volume, ada 3 hal penting dari strategi flanker yang patut dicoba supaya usaha bertumbuh secara sehat.

1. Menyasar Target Market yang Khas

Ini nih yang pertama kudu di lakukan. Jangan pernah nembak target market yang sama dengan kompetitor besar dengan value proposition yang sama pula. Kalau dipaksain, bisa-bisa berdarah-darah, hehehe..Kalau mau sasar target yang sama, maka harus kuat di value proposition yang jauh beda dengan pesaing. Bahasa lainnya differensiasi.

2. Move Quickly & Quietly

Cepat dan tersembunyi bergerak selembut mungkin. UKM yang masih skala kecil memungkinkan bergerak dengan lebih luwes, strategi yang fleksibel. Beda sama pesaing korporasi besar. Ini menjadi kelebihan. Dengan ditambah gerak sembunyi, maksudnya membangun jaringan di kalangan pinggir dengan niche/ceruk target market yang spesifik menjadikan UKM sulit ditebak. Ia dapat memberi kejutan dengan inovasi yang unik.

Cara ini dilakukan dengan membentuk jaringan dan networking dengan smoot dan perlahan tapi pasti. Misalkan saja membentuk keagenan daerah, reseller. Selain itu juga memperkuat lini produksi, bahan baku dan sistem inventori alias persediaan. Dengan dua lini ini membutunkan perencanaan keuangan yang matang.

3. Menjauhi Kerumunan

Cara ini dilakukan dengan secara riil membangun jaringan bisnis riil di sektor pinggiran. Maksudnya adalah sektor yang belum banyak digarap sebagaimana di pusat kerumunan. Jadi, dengan menjauhi kerumunan dan membangun saluran bisnisnya sendiri terbukti ampuh mengenbangkan bisnisnya. Sebagaimana contoh D’Cost menjauhi kerumunan dengan menyajikan value “Rasa Bintang Lima, Harga Kaki Lima.”

Sebagai startup, ini penting untuk dipraktikkan agar bisnisnya bertumbuh dan tanpa takut tersaingi kompetitor. Kompetitor akan tetap ada. Dan banyak strategi untuk dilakukan. Bertumbuh tak harus terlihat hebat oleh orang kebanyakan, padahala kondisi usaha belum apa-apa. Cukuplah sebagai pelaku bisnis menahan godaan untuk “mengumbar bisnis” sebelum bisnisnya bertumbuh.

Saya fikir itu learning point yang saya tangkap hasil membaca buku kemarin. Dan sudah kami praktikkan. Alhamdulillah. Sekarang giliran sahabat, siap?

Semoga BERKAH

Prio Agung Wicaksono
CEO http://www.RumahBalqis.id

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: