//
selamat membaca...
Catatan Pribadi

Saat-Saat Dimana Sahabat Harus Berjuang “Sendiri”!

Ada saat dimana Sobat Muda benar-benar berjuang sendiri. Sendiri dalam arti, berjuang dengan modal sendiri, dengan kemampuan sendiri, dengan tekad sendiri, dengan badan sendiri tanpa ada kawan dan orang yang menemani. Bisa jadi, keadaan itu benar-benar pernah Sobat Muda rasakan dalam menghadapi persoalan hidup, masalah ekonomi, dan masalah lainnya.

Jika ada teori sosiologi yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial, yakni makhluk yang tak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, sepertinya diera sekarang itu hanya menjadi teori dibangku sekolah dan kuliah. Fakta menunjukkan mereka yang tak mampu secara ekonomi, harus berjuang sendiri, bahkan sampai mempertaruhkan jiwa dan raganya hanya untuk mendapatkan uang yang tak sebanding dengan pengorbanannya.

Barulah kemudian ketika ada yang peduli karena melihat perjuangannya yang luar biasa, kemudian muncul gerakan sosial untuk membantu, hingga mengumpulkan dana bantuan untuknya melalui gerakan sosial. Ini lazim terjadi akhir-akhir ini bersamaan dengan Social Networking yang berkembang pesat, seperti Facebook dan Sosial Media Twitter, IG, dll.

Perjuangkan atau Tak Menjadi Apa-Apa

Kalimat ini mewakili persepsi saya mengenai “berjuang sendiri”. Misalkan saja memperjuangkan impian, hidup dan idealisme. Kitalah yang bertanggungjawab penuh untuk memperjuangkannya. Mereka yang berhasil memperjuangkan impian mereka, merasakan bagaimana masa-masa berjuang sendiri betul-betul dilalui. Barulah ketika ia mendapatkan hasil, orang lain melihat dan bergabung. Bergabungnya orang lain dalam mewujudkan impian seseorang sebagai bentuk dari sinergi yang saling menguntungkan. Bukan bersifat sosial biasanya.

Nah, jika seseorang yang mempunyai impian, idealisme hidup dan rencana hidupnya kok berharap kepada orang lain saya pikir – dan Sobat Muda mungkin setuju – bahwa mereka tak berfikir untuk men-support-mu, kecuali mereka yang mengetahui persis bagaimana dirimu dan masih ada ikatan, misalkan saja pasangan hidup dan orang tua. Sangat jatang orang diluar ikatan itu mensupport Sobat Muda habis-habisan.

Pasangan dan keluarga yang memahami betul apa yang sesungguhnya Sobat ingin capai akan berupaya bahu membahu mewujudkan impian Sobat. Maka, fokuslah kepada mereka. Fokuslah mengajak mereka mewujudkan impian Sobat. Sedangkan posisi orang lain selain diatas adalah sebagai pendukung ketiga jikalau mereka satu frekuensi dengan Sobat. Jika Sobat telah berhasil memperlihatkan hasil kerja dari upaya mewujudkan impian Sobat, biasanya Sobat mulai dilihat dan mendapat dukungan orang lain.

Nasihmu adalah Tanggungjawabmu

Pemikiran saya bukan sekedar persepsi semata, akan tetapi saya mencoba memahami dalil, “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah nasih suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka.” (QS 13:11)

Nasib diri; keimanan, ilmu, amal, kesehatan, kondisi finansial, kondisi sosial, kondisi jabatan, karir, bisnis, keharomonisan keluarga, dan lain sebagainya yang kondisi itu berada di area yang kita kuasai, maka sesungguhnya kitalah yang harus memperjuangkannya. Tanpa kita perjuangkan, kondisi tersebut mustahil bisa berubah. Sedangkan pertolongan Alloh datang jika kita bersungguh-sungguh mengupayakan dan memperjuangkannya.

Berbagi Peran

Saat situasi benar-benar memaksa Sobat untuk berjuang sendiri, maka berbagi peranlah bersama pasangan. Ini pola terbaik yang pernah dilalui orang-orang terdahulu. Pasangan menjadi “partner” terbaik untuk mengubah nasibmu. Pasangan yang mengerti dan tulus dan ikhlas bersama denganmu. Ia memahami bahwa pasangannya telah memikul kewajiban yang sangat berat berupa mitsaqon gholizon, yakni tanggungjawab sebagai suami yang sangat berat. Ketika gunung yang memikulnya, niscaya gunung itu takkan kuat dan meletus.

Maka, berbagi peranlah bersama pasangan. Wallohua’lam.

Salam hangat,
Prio Agung Wicaksono
http://www.rumahbalqis.id

Advertisements

About Couplepreneur - Blogger

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: