//
selamat membaca...
Catatan Pribadi

Berkarya Bersama Pasangan

Membina rumah tangga adalah sebuah anugerah yang Alloh berikan kepada setiap insan. Secara naluri, manusia akan berpasang-pasangan, karena Alloh memang mengkaruniai naluri melestarikan keturunan (gharizah nau’) kepada setiap manusia. Dan jalan untuk menyalurkan naluri itu yang Alloh ridhoi dan berkahi adalah melalui jalan pernikahan. Tanpanya, mustahil mendapat ridho dariNya.

***

Bagi sebagian pasangan muda, mengawali rumah tangga mereka yang baru merupakan tantangan tersendiri. Ada masa dimana mereka saling mengenal karakter satu sama lain. Memahami pola pikir dan arah hidupnya. Mencoba lebih dekat dan lebih perhatian. Kemesraan itu pun ditunjukkan sebagai bentuk kasih sayang yang tumbuh diantara mereka.

Masa ini adalah masa yang penting, karena di masa awal ini segala sesuatu yang sifat mendasar mulai dibangun. Seperti menata hidup, rumah, jadwal harian, menu memasak, Dan tentu dengan perasaan penuh kebahagiaan dalam cinta yang bersemi.

Seperti mengekspresi meluapkan rasa sayang dengan panggilan penuh cinta, kebersamaan yang dibangun dengan kedekatan emosional. Semua dilakukan bersama-sama. Inilah masa-masa sweet dan menggoda. Perasaan cinta tumbuh berkembang. Bagi yang menikah secara syar’i, yakni melalui jalan khitbah yang benar akan menambah masa awal pernikahan betul-betul membahagiakan dan banyak kejutan. 🙂

***

Satu tahun pertama, bagi saya adalah masa penentuan dimana semua hal dibangun. Maka, jangan lewatkan satu tahun pertama pernikahan begitu saja. Tahap awal ini menjadi penentu bagaimana tahun kedua, ketiga, keempat, kelima dan tahun-tahun selanjutnya.

Pada tahun pertama, terkadang sebagian pasangan masih saling malu mengungkapkan ketidaksukaan, ketidaksetujuan atau bahkan ada rasa risih karena selama ini tidak ada orang asing yang bersamanya. Ini wajar terjadi. Namun, tidak boleh terlalu lama. Sebaliknya, ada hal yang harus dibangun pada tahun pertama ini agar bangunan rumah tangganya kuat dikemudian hari.

Saya sharing bukan karena saya ahli dalam hal rumah tangga. Saya sharing apa yang saya ketahui dan praktikkan selama lima tahun ini membangun rumah tangga bersama istri saya tercinta. Ada sebuah nasihat untuk diri sendiri agar diri ini terus belajar dan belajar. Tanpa itu, keluarga takkan berkembang.

1# Bangun Keyakinan yang Kokoh

Iman yang kuat dan disertai dengan ilmu yang kuat, in syaa Alloh menghasilkan amal yang kuat. Inilah pondasi yang harus ditanam sebagai kebiasaan dan kebutuhan. Dengan kekuatan iman, ilmu dan amal in syaa Alloh suasana keluarga memiliki ruh yang terus bersemangat,khusyu’dan produktif.

Mengunjungi majelis ilmu, memiliki jadwal khusus mengikui kajian, halaqoh, liqo menjadikan setiap diri pasangan tetap terkondisikan dalam suasana iman, ilmu dan amal. Tanpa ini semua, saya kok pesimis bakal bisa melewati bahtera rumah tangga dengan sakinah mawaddah warahmah. Untuk itulah, kebiasaan mengembangkan keilmuan dalam keluarga menjadi sangat penting. Ilmu sebelum amal. Inilah prinsip dasarnya.

2# Satu Frekuensi

Yap. Satu frekuensi. Coba kita membayangkan ada sebuah radio. Bagaimana jadinya jika radio itu memiliki frekeuensi yang tidak pas? Ya. Suara akan terdengar tidak jelas, rusak dan parah didengar. Tapi, jika frekuensinya tepat, maka suara terdengar jernih, jelas dan enak didengar.

Sama halnya dengan rumah tangga, harus ada satu frekuensi berupa satu pemikiran dalam beberapa hal prinsipil. Jika terkait selera dan rasa barangkali berbeda. It’s no problem. Tapi, harus ada kesamaan salah satunya tentang visi hidup, visi keluarga berupa dream/ impian bersama. Impian dan target pribadi boleh, tapi harus ada impian bersama. Ini yang akan menjadi peta kehidupan. Intinya, menyusun impian bersama itu penting. Impian untuk putra putri, impian karir dan bisnis, impian dalam dakwah, impian-impian lainnya. Komitmenkan bersama.

3# Perjuangkan Bersama

Banyak pasangan muda bingung dan enggan memulai impian mereka. Kekhawatiran dan rasa takut biasanya menggelayuti. Ilmu yang akan menjadi penerang semua. Dan praktik menjadi penguat keyakinan. Jadi, praktikan langsung impian secara perlahan sambil terus belajar. Itu kuncinya, learning by doing. Kalau dalam bahasa industri manufaktur dinamakan Training With In Industrial (Latihan langsung praktik di tempat kerja). Itu cara paling cepat menjadi ahli dalam bidang kita. Lakukan saja bersama pasangan. Hadapi semua tantangan secara bersama-sama, pecahkan masalah bersama, sering ngobrol bersama.

Orang-orang hebat bicara ide dan gagasan.
Orang rata-rata bicara peristiwa
Orang bawah bicarakan orang lain.

Baik, selamat berkarya dengan pasangan. sukses ya..

Semoga BERKAH

Prio Agung Wicaksono
http://www.rumahbalqis.id

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: