//
selamat membaca...
Catatan Pribadi

Hidup itu Berpola

Sebuah teka-teki tidak akan pernah terjawab jika kita tak mampu memecahkan pola yang ada dalam teka-teki tersebut. Semakin rumit polanya, maka semakin susah kita menjawabnya. Tetapi, yang namanya teka-teki itu ada polanya, sesusah apapun teka-teka itu, pasti ada yang bisa menjawabnya. Yakni bagi mereka yang mengetahui pola yang benar.

***

Ramadhan kemarin saya sempat sakit hingga 5 hari. Alhamdulillah. Alloh masih menyayangi dengan nikmat rasa sakit. Itu prasangka positif saya. Ini adalah ujian yang paling ringan, yaitu ujian yang bisa langsung dirasakan oleh fisik kita berupa sakit. Tentu sakit yang dimaksud adalah bukan penyakit berat. 🙂 

“[yaitu] orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS.13 Ar-Ra’d  :28)

“Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus. ” (QS. Al-Qiyaamah :75)

Rosulullah bersabda:

Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititik kan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan.

Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya.Itulah yang diistilahkan “Ar-Raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.

Karena itulah, saya bersyukur banget tidak kena (semoga, aamiin ya Alloh) penyakit dimana secara fisik tidak terasa sakit, akan tetapi sesungguhnya ia amat sangat parah. Sakit apa itu? Sakit itu berupa matinya hati dari rasa syukur. Lisan yang kaku untuk beristighfar dan mengagungkan namaNya. Mata yang tidak pernah melihat dan membaca isi al-Qur’an, dan telinga yang tidak pernah mendengar kebaikan ayat-ayatNya. Tidak merasa takut lagi saat bermaksiat, tidak bisa merasakan lezatnya amal shalih, khusyu’nya shalat, nikmatnya dzikir, dan nikmatnya berkumpul bersama orang-orang shalih dan majelis ilmu. Ini yang saya maksud penyakit berat.

Kembali saat ke pengalaman sakit saya tadi. Setelah saya sadari lagi. Ternyata pola hidup saya kurang sehat. Jadi, sakit bukan hanya nikmat dari Alloh, tapi juga disebabkan dari pola hidup kita yang tidak sehat. Misalkan saja, kurang minum air putih yang menyebabkan kondisi tubuh kekurangan cairan. Kemudian mengakibatkan menurunnya imunitas, metabolisme terganggu dan pasokan air dalam darah berkurang sehingga menyebabkan darah mengental, alirannya melambat yang menyebabkan badan sakit-sakit dan lemas.

Sehat Berpola, Shaleh pun Berpola.

Setelah saya sadar bahwa ada pola hidup yang tidak sehat seperti sering begadang, jarang olahraga, nutrisi kurang, vitamin tidak ditambahkan, sedangkan aktivitas segudang tentu tubuh tak kuasa menahan dan akhirnya tumbang.

Kesimpulannya, sehat berpola. Polanya berkebalikan dengan pola hidup tidak sehat. Rajin olahraga, hidup teratur, makan cukup dan ditambah nutrisi lainnya, vitamin, istirahat cukup,dan tidak begadang jika tidak mendesak. Dan sebagainya.

Soal sehat sebelas dua belas dengan pola orang shalih. Orang shalih memiliki pola berkebalikan dengan orang yang tidak shalih. Mereka berseberangan, berbeda jauh. Tidak ada irisannya. Jika shalih ya shalih, jika tidak shalih ya tidak shalih. Tidak ada irisannya.

Jika si shalih rajin ibadah, sebaliknya si tidak shalih males ibadah. Jika si shalih menutup aurat, si tidak shalih mengumbar aurat. Jika si shalih menggunakan akad muamalah yang sah, sedangkan si tidak shalih menggunakan akad muamalah yang bathil. Jika si shalih menghindari riba, justru si tidak shalih mengambil riba dengan berbagai alasannya. Jika si shalih menerima dakwah, si tidak shalih justru menolak dan menentang dakwah Islam.

Pola Bisa Diubah Seperti Pemikiran Manusia.

Mengubah pola hidup sesungguhnya mengubah pola pikir. Jika pola pikirnya berubah akan berpengaruh pada tingkah lakunya. Namun, jika pola pikirnya sudah berubah kok masih juga tingkah lakunya belum berubah, sikapnya, keputusannya, maka yang salah ada pada ndablegnya (Jawa), hehehe..

Salam,
Prio Agung Wicaksono

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: