//
selamat membaca...
Catatan Pribadi

Tangerang – Merak Alhamdulillah Lancar

Bismillah, hari ini perjalanan pertama menuju keluarga kami yang berada di Lampung. Tepatnya di Kalianda. Dekat dengan pelabuhan merak. Keluarga ini dari jalur istri, adik dari bapak mertua.

Perjalanan kami awali pada hari Jumat, 8 Juli 2016 atau bertepatan dengan H+3 Lebaran pukul 14:15 WIB siang yang diselingi sedikit mendung menjadikan perjalanan terasa adem dan jauh dari hiruk pikuk panas yang menyengat. Alhamdulillah. Semoga bisa sampai dengan selamat, sehat dan penuh bahagia.

Mudik menjadi tradisi bagi mereka yang merantau atau sekedar bersua dengan saudara di kampung halaman. Mudik identik dengan kata lebaran. Entah kapan dan siapa yang mencetuskan kata mudik, sehingga kata ini sangat erat dengan budaya lebaran di Indonesia dan bahkan satu-satunya di dunia.

Setahu saya tidak ada negara lain selain Indonesia yang memiliki tradisi mudik. Ini sebuah keunikan dan sekaligus pembeda.

Unik dan Beda, Namun Perlu Pembenahan

Keunikan dan sesuatu yang spesial dari mudik akhir-akhir ini terasa terdengar mengedihkan. Saya pada posisi yang tidak mencari kesalahan dan siapa yang beetanggunhjawab. Kejadian dan korban meninggal yang dialami oleh puluhan orang ketika mudik, baik yang ada di Brexit maupun jalur Cipali dan daerah lainnnya, menyisakan cerita sedih dan memilukan.

Negara memang memiliki tugas me-riayah atau mengurus kepentingan ummat. Ketidaktersediaan pelayanan publik yang cukup bagi pemudik, seperti rest area, sarana MCK yang cukup, ketersediaan bahan bakar yang terencana dengan apik, kondisi jalan yang baik, serta pelayanan TOL yang cepat dengan sistem yang mempercepat, in syaa Alloh mudik menjadi nyaman, aman dan mengasyikkan.

Beberapa alasan mengapa terjadi macet yang cukup panjang, diakui penguasa karena begitu banyak pemudik yang melintas, juga diakui ketersediaan jalan TOL yang belum rampung, seperti rencana pembangunan TOL dari Brexit menuju Semarang dan sejumlah rencana pemerintah lainnya.

Ah.. lagi-lagi saya terpaksa bicara soal pelayanan publik yang disangkut pautkan dengan penguasa. Argumentasinya sudah clear kok. Ada undang-undangannya, bahwa pemerintah bertanggungjawab menyediakan pelayanan publik yang memadai.

Undang-undang yang mengatur bahwa pemerintah mengelola SDA yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti tambang emas di papua, minyak dan gas yang dikelola Exxon Mobile, Blok Cepu di Natuna semestinya dikelola negara dan bukan diserahkan kepada asing hingga puluhan tahun lamanya hanya karena pemerintah tak mampu mengeksplorasi dan atas nama UU Penanaman Modal Asing (UU PMA) yang sarat dengan kepentingan asing dan liberalisasi migas. Itu artinya rakyat dirugikan yang sangat besar.

Bayangkan jika semua SDA itu dikelola penguasa untuk pelayanan publik, niscaya tidak ada kekurangan dana untuk pembebasan lahan pembuatan jalan TOL, rest area, dan pelayanan publik lainnya. Jangankan untuk itu semua, menggratiskannya pun tak kan kekurangan. In syaa Alloh.

Itu bisa terjadi jika memang SDA dikelola dengan konsep ekonomi Islam dan bukan dengan sistem ekonomi Kapitalisme seperti sekarang. Ya.. ini bukan sekedar wacana, karena Islam telah diterapkan 13 Abad lamanya. Sejarah keemasannya tak berbantahkan hingga kaum non muslim pun mengakui bagaimana cara Islam melalui Khalifah menjalankan sistem kehidupan Islam yang mensejahterakan dibawah naungan Khilafah. Wallohua’lam.

Tangerang-Merak-Lampung

Awal Bulan, 3 Syawwal 1437 H

Prio Agung Wicaksono

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: