//
selamat membaca...
Catatan Pribadi

Merak-Kalianda Lampung Jalur (TOL) Laut Bebas Hambatan

Mungkin ini yang disebut Pak Jokowi sebagai jalur TOL Laut. Istilah yang beliau kampanyekan saat pilpres tahun lalu. Masih segar dimemori kita bagaimana beliau memiliki visi membangun TOL Laut.

Sepintas jika kita perhatikan, jalur laut memang bebas hambatan. Ngga ada bayangan sedikitpun kemacetan dan hiruk pikuk kendaraan mengantri dijalanan yang mengular. Dilaut bebas hambatan. Terlebih jika di pelabuhan tanpa hambatan dan antrian, wow benar-benar lancar.

Mimpi ini mimpi yang langka. Sebagai jiwa muda, mimpi adalah harapan. Mimpi itu ibarat pohon rimbun ditengah gurun pasir gersang terik menyengat. Ia menjadi peneduh dan penyegar kehidupan.

Mimpi yang realistis semestinya bisa terwujud. Bukan hanya sekedar angan-angan, tetapi ia adalah kenyataan yang siap diwujudkan. Tentu dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja tim dan dengan dukungan teknis yang memadai. Saya yakin Indonesia mampu mewujudkan itu.

Indonesia Tanpa Campur Tangan Asing

Membangun Indonesia tanpa campur tangan asing saat ini sepertinya sangat tidak memungkinkan. Untuk mewujudkan mimpi TOL Laut Penguasa negeri menggandeng Negeri Tiongkok untuk mewujudkan puluhan pelabuhan penting yang jika itu dioperasikan dan dikelola asing, kondisi ini seperti bunuh diri dengan menyerahkan peredaran darah urat nadi yang dikontrol oleh asing.

Duh.. lagi-lagi saya melihatnya sebagai keputusan politik penguasa yang pro China? Atau ada apa dengan keputusan kerjasama ini? Kalau kita perhatikan, keputusan kereta api cepat juga melibatkan China, pembangunan penbangkit tenaga listri ribuan megawat juga China, ada apa?

Pengamat negeri ini pun banyak bertanya-tanya. Apakah rezim Jokowi ini memang lebih pro terhadap China? Entahlah, yang jelas kebijakan terlihat mengarah kesana.

Jika dipikir dengan pertimbangan yang logis, mengapa pilihan jatuh ke China? Jika pembangunan pelabuhan, pembangunan kereta api cepat dan tenaga listrik mengapa tidak kerjasama dengan Jepang. Negeri itu terbukti lebih canggih dan teknologinya lebih bisa diandalkan. Iya kan? Kalau petimbangan ekonomis, memang kerjasama dengan China konon lebih murah. Lalu, apakah pelayanan publik yang dibangun dengan biaya murah dan apalagi teknologinya belum teruji bisa memuaskan pelayanan publik? 

Karena berbagai kepentingan ada dan mungkin saja sengaja diadakan sehingga menjadikan penguasa di negeri Indonesia seperti begitu ‘bergantung’ dengan asing, baik dari segi teknologi, dana, strategi dan advice. Negeri ini Negeri yang kuat secara sumber daya alam, sumber daya manusianya banyak yang cerdas dan teruji, buktinya tenaga ahlinya dibayar mahal dinegeri asing. Sayangnya mereka tidak mendapat tempat dinegeri sendiri.

Wah.. ngobrolin mudik sampai politik. Ini kesempatan langka untuk menyampaikan gagasan. Terkadang gagasan sangat frontal berlawanan dengan ide dan program yang sedang bergulir sekarang. Bagi anak bangsa yang peduli, sewajarnya memiliki idealisme yang realistis dan berdasar. 

Kebaikan tidak selalu datang dari arus yang mengalir searah, tapi dari arus sebaliknya dari arah yang berbeda. Ini yang terkadang membuat beriak karena benturannya. Tapi cobalah lihat hasil arus selanjutnya, deras melesat membawa arus perubahan yang menyegarkan. Nah, perubahan itu dengan jalan Islam. Wallohua’lam.

Salam Perubahan, 3 Syawwal 1437 H

Prio Agung Wicaksono

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: