//
selamat membaca...
Catatan Pribadi, Tips Bisnis untuk Pemula

Tren Bisnis Versi Rasulullah SAW

Setiap kali membaca artikel tentang analisis bisnis sepuluh tahun atau dua puluh tahun yang akan datang, sering kali kita mendapat informasi nanti bisnis kedepan trennya begini, trennya begitu. Nanti yang bakal ramai ini dan yang akan memudar itu. Dan seterusnya.

Ada istilah baru dalam dunia bisnis – ah mungkin karena saya yang kurang update atau bagaimana – yang jelas bahwa istilah baru bagi saya ini sempat saya anggukkan kepala beberapa kali. Istilah itu adalah Business after Google.

Iya, Business after Google maksudnya yang saya tangkap karena memang sekarang eranya digital. Menurut para analisis, perkembangan teknologi dewasa ini sangat mempengaruhi bagaimana keputusan membeli konsumen.

Jika dulu membayar belanjaan atau sekedar berbelanja harus mampir ke indomaret, alfamart, ke supermarket, ke mall, ke wholesale dan seterusnya, kini after Google bisa semua dilakukan diatas kursi dengan menggunakan smartphone mereka. Sudah banyak aplikasi belanja yang memanjakan para calon buyer dalam berbelanja. Mudah. Simple dan ngga keluarkan tenaga untuk keluar rumah. Tinggal pesan, lalu order pun datang dianter ke rumah melalui layanan Gojek, Grabike, Adajek dan lain sebagainya.

Kalau dulu – yang saya tahu lho ya – saya lahir tahun 80an, artinya tahun dimana sebelum terjadi krisis moneter 1998. Kemudian melewati krisis diorde lama, lalu muncul orde baru hingga kejatuhan Soeharto kemudian muncul orde reformasi hingga sekarang. Saya rasakan memang terjadi perubahan yang cukup signifikan. Jika di dunia kita sempat kenal yang namanya Arab Spring, yakni sebuah “revolusi” negeri-negeri Arab karena adanya penguasa yang diktator, sebut saja berawal dari Tunisia dengan lengsernya penguasa diktator sekuler Zainal Abidin Ben Ali, kemudian disusul Mesir lengsernya Hosni Mubarok yang ditandai dengan munculnya jutaan kaum muslim di lapangan Tahrir (Tahrir Square), dan negeri muslim lainnya seperti Libya dengan tumbangnya Moammar Qaddafi, rezim bengis antek Inggris yang jatuh karena disinyalir sudah tidah mendapat dukungan dari Inggris.

Kabar jatuhnya penguasa-penguasa negeri muslim jika dilihat dari aspek bisnis, maka sesungguhnya bisa kita cermati bahwa kehidupan ala demokrasi dibawah panji kebebasan berekspresi, kebebasan kepemilikan, kebebasan berpendapat dan beragama mulai mendapat kritik sosial yang sangat tajam.

Setelah Arab Spring walaupun kehidupan masih saja dibawah bayang-bayang kehidupan sekulerisme, akan tetapi kondisinya jauh berbeda. Setidaknya saya melihat itu dari kacamata dalil dari Rasulullah SAW.

Tren Gaya Hidup Masa Depan adalah Islam

Rasulullah saw memberikan bisyârah (kabar gembira) bahwa Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah akan kembali lagi. Inilah fase kelima dalam kepemimpinan umat Islam, sejak masa kenabian Muhammad saw, hingga akhir zaman. Inilah fase yang pasti terjadi dan sedang mengarah ke fase selanjutnya. Mari kita lihat bagaimana Rasulullah SAW “meramalkan” adanya fase Islam yang bakal terjadi dan hilangnya kehidupan sekuler seperti saat ini.

Rasulullah saw pernah bersabda:

“Di tengah-tengah kalian ada zaman Kenabian. Atas kehendak Allah zaman itu akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkat-nya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian. Khilafah itu akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Lalu Dia akan mengangkat Khilafah itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (pemerintahan) yang zalim. Kekuasaan zalim ini akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (pemerintahan) diktator yang menyengsarakan. Kekuasaan diktator itu akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan muncul kembali Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian.” (Hudzaifah berkata): Kemudian beliau diam (HR Ahmad dan al-Bazzar).

Nah, jika melihat tren perubahan sekarang, satu fase dimana penguasa diktator kini masih berkuasa. Jika di Indonesia barangkali bukan diktator semena-mena yang mengusung senjata dan meriam, tetapi lebih kepada peneparan hukum selain dari Allah SWT – satu-satunya Dzat yang memiliki hak prerogatif menetapkan hukum.

Kediktatoran gaya baru ini – istilah yang saya gunakan untuk membedakan diktator ala militer – sesungguhnya boleh dikatakan sangat lembut tapi menghujam. Sebut saja kebijakan kontroversial yang menghapus lebih dari tiga ribu lebih perda syariah -telah-dihapuskan. Walaupun ada klausul untuk dapat ditinjau kembali dimasing-masing daerah. Apa maksud dari semua ini? Aneh ya.

Saya berpendapat agak konyol menghapus aturan perda syariah yang katanya mengganggu dan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. Yang jelas-jelas merusak dan merugikan negara undang-undang itu masih tetap ada. Diantaranya perda minuman keras, ngapain semacam itu diatur, bukannya dihapus langsung, iya kan?

Jika merujuk pada hadits Rasul SAW, masa diktator semacam itu sebentar lagi tiada. Lalu, inilah yang bakal terjadi, sebentar lagi kehidupan yang Islami tumbuh subur tak terbendung lagi.

Tren berubah dari kehidupan sekuler menuju ke kehidupan Islami. Fase ini bukan lagi isapan jempol semata. Tetapi, ini adalah bukti kebenaran sekaligus Mukjizat Allah SWT melalui lisan Rasul SAW bahwa bisyarahnya akan segera terwujud.

Jadi, tidak mengherankan jika tren bisnis jilbab menjamur dimana-mana, kebutuhan lembaga keuangan yang non-riba kian tinggi, kehidupan sosial masyarakat sudah mulai bergeser ke kehidupan Islam, kesadaran mengaji kian tinggi, kesadaran orang tua mencari dan menyekolahkan putra putrinya sekolah berbasis Islam, adalah salah satu fenomena kembalinya kehidupan Islam.

Disisi lain, ini menunjukkan bagaimana janjinya sedang bekerja. Bisyarah Rasul sedang dan segera terwujud. Lantas, masihkah melawan arus perubahan fase kehidupan ini?

Mungkin saja yang berbeda adalah pendekatannya, caranya, wasilah teknologinya, dan bagaimana cara orang mewujudkan impian dan rencana-rencananya. Basicly, saya fikir akan tetap sama mengacu pada hadits Rasul tersebut.

Wallohua’lam. Ini adalah pandangan saya. Jika memang benar – dan sangat mungkin – jika analisis ini salah mungkin saja itu terjadi, semua serba mungkin, kepastian adanya dalil menguatkan argumen saya. Itu saja. 🙂

Semoga BERKAH

Prio Agung Wicaksono
http://www.rumahbalqis.id

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: