//
selamat membaca...
Catatan Pribadi, Tips Bisnis untuk Pemula

Apa Fokus Awal Bisnis UKM?

Bagi sebagian pelaku usaha kecil menengah atau biasa disebut dengan istilah keren Bisnis UKM tentu tidak asing dengan istilah startup. Sebagian orang menamakan diri sebagai startup bagi mereka yang telah cukup sukses di usia usaha yang terbilang masih sangat muda.

Tidak mudah untuk mencapai level startup. Terkhusus bagi para pelaku pemula yang seumuran jagung. Yang masih kental urusannya dengan traffic, bagaimana mendatangkan calon konsumen yang banyak sehingga harapannya dagangannya laris. Iya kan begitu?

Saya mengalami betul bagaimana menjadi pemula. Biasanya ciri-ciri pemula begini: si owner akan merangkap double atau tripple atau bahkan banyak job. Dia juga sebagai salesnya. Dia CSnya, dia kasirnya. Dia juga yang mikir produksi, bahan baku, belanja pernak pernik, packaging sampai delivery pengiriman ke JNE atau semacamnya. Ya. Kira-kira semacam itu pekerjaan seorang “pebisnis” pemula itu bisa saya gambarkan. Bener apa bener banget? Hehehe..

Nah justru kalau ngga seperti itu malah aneh. Ngga wajar. Yang namanya pemula ya mesti ngapa-ngapa sendiri. Kerja sendiri dan nikmati hasil sendiri. Tapi, yang namanya pemula juga harus bertumbuh. Kalau tidak tumbuh ini yang dipertanyakan.

Bertumbuh secara Alami

Pertumbuhan startup pertama biasanya ditandai dengan naiknya omset. Dengan naiknya omset itu artinya bisnisnya laku, bisnisnya jalan. Kalau ada omset naik, berarti usaha itu bergerak naik. Setidaknya itu yang bakal terasa secara langsung. Ada uang cash, maka jadi fresh.

Ini terpenting dulu memang, ada permintaan. Makin tinggi permintaan, maka makin tinggi omset yang bakal diraih. Makin tinggi omset, biasanya, profit naik. Kalau omset naik, profit ngga ada atau malah uangnya ngga tau kemana, ngga bersisa berarti ada masalah dengan cashflownya. Ada masalah cara atur uangnya. Tetapi, ada hal yang lebih urgent dari cashflow. Apa itu?

Ada hal yang lebih penting menurut saya yang jarang diperhatikan serius bagi para pemula. Kalau kita sudah sibuk promosi dan jualan kesana kemari, permintaan sudah banyak, ternyata akan muncul masalah berikutnya. Apa itu? Produksi dan kualitas.

Produksi dan kualitas harus dipikirkan secara serius dan mendalam. Berapa banyak produk, tapi hanya bagus dikemasan, sedangkan kualitasnya jelek. Demikian juga kualitas produk bagus tapi kemasan jelek. Maka, kualitas dibangun dua sisi, kualitas riil dan kualitas kesan melalui kemasan yang bagus. Kuncinya, mau investasi sejumlah uang untuk memperbaiki dua jenis kualitas.

Jangan takut produk jadi mahal. Kalau value dan kualitas yang ditawarkan tinggi, harga jadi ngga ada masalah. Terlebih daya beli konsumen juga sudah baik, jadi ngga ada masalah. Justru dengan harga yang lebih dibanding kompetitor atau diatas rata-rata, maka secara otomatis menaikkan level produk kita. Minimal dibenak konsumen. Ini penting banget. Tertanamnya brand di benak calon konsumen adalah bukti produk Anda udah siap ngangenin.

Fokus Bangun Merek dengan Kualitas

Jika kita ingin usaha kita laris dan orang balik lagi untuk membeli atau bahkan sampe rela rekomendasikan ke orang lain buat beli produk kita, itu semata-mata bukan karena dia baik. Tetapi karena produk kita berkualitas.

Makin tinggi kualitas produk kita, makin tinggi kepuasan konsumen. Jadi, kalau kita tidak fokus pada ketersediaan stok yang cukup dengan kualitas produk yang bagus, saya saranin deh jangan jualan. Percuma. Kenapa? Sekali konsumen kecewa, susah bagi kita mengobatinya. Jadi, selain promo dan jualan dengan berbagai strategi clsoing, dipastikan dulu produksi bagus, ok, good, dan pasti memuaskan konsumen.

Dengan strategi ini anda akan dikenal reputasinya baik. Jika produk kita dikenal baik dan ownernya juga dikenal baik, siapa sih yang mau nolak produknya?

Bukan hanya nolak, tapi bakal laris, beli lagi beli lagi. Ini yang namanya BRAND. Didalam sebuah produk ada “apa” yang didapat konsumen dan sekaligus mendapat “makna” yang dirasakan, dilihat dan dimanfaatkan oleh konsumen.

Bertumbuhlah bersama dengan merek Anda. Jangan biarkan selling berlalu tanpa ada branding. Karena selling itu penting, tapi branding jauh lebih penting.

Selama praktik sobat muda pengusaha.
Semoga BERKAH.
Prio Agung Wicaksono

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

One thought on “Apa Fokus Awal Bisnis UKM?

  1. I’ve been browsing online more than 2 hours today, yet I never found any
    interesting article like yours. It is pretty worth enough for me.
    Personally, if all web owners and bloggers made good content as you did,
    the web will be much more useful than ever
    before. http://www.yahoo.net

    Like

    Posted by Jona | July 10, 2016, 5:47 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: