//
selamat membaca...
Catatan Pribadi

Generasi Muda Masa Kini?

Oleh: Prio Agung Wicaksono
(Pengasuh Kajian Remaja)

Beberapa bulan terakhir, saya banyak mengikuti perkembangan muslim muda yang begitu antusias dalam belajar bisnis, mengikuti sejumlah training, baik yang bertemakan bisnis, pengembangan diri maupun karir. Tak sedikit dari mereka rela mengeluarkan biaya jutaan dan bahkan puluhan juta rupiah untuk meningkatkan penghasilan mereka.

Sebut saja mulai dari pelatihan bisnis berupa search engine optimization, yakni sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana cara google bekerja, apa yang dicari orang menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Bahkan ada seorang coach digital marketer dapat mencari 1000 peluang bisnis baru hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Wow..! Juga ilmu jualan, personal branding, copy writing, facebook marketing, email marketing, training for mentor, dan banyak ilmu-ilmu bisnis yang kian menjamur.

Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh. Dalam era digital sekarang atau orang menyebut dengan istilah new big wave – seolah menjadi magnet baru munculnya entrepreneur online muda.

Idola entrepreneur baru kemudian muncul. Sebut saja mereka diantaranya adalah Yasa Singgih Paramita, Owner Men’s Republic yang diusia mudanya jualan sepatu dan aksesoris. Pria yang dipaksa Gramedia Grup menulis buku Never Too Young Becoming A Millionaire ini yang seorang chiness, usianya baru 20 tahun telah sukses masuk dalam daftar orang muda sukses menurut Forbes.

Ada juga muda muslim, Muhammad AlFatih Timur CEO KitaBisa, Benny Fajari CEO Qlapa. Dan masih ada 17 anak muda lainnya yang masuk daftar Forbes Under 30. (Lihat Liputan6.com).

Dan yang paling baru Mbak Sally Giovany, seorang muslimah, Owner Kerajaan Batik Trusmi Cirebon yang sukses bisnis memulai berbekal modal amplop nikahan. Konon katanya sedang dibranding menjadi Brand Ambassador untuk usahanya sendiri.

Kemudian ada juga Sandiga Uno, tentu sudah pada kenal, seorang pengusaha muda muslim yang menjadi tren setter para start up muda muslim yang ingin mengikuti jejak pengusaha yang mengawali bisnis karena terpaksa dengan kondisi dimana ia di PHK kala itu.

Selain beliau, juga ada Mas Mono owner ayam bakar, Mas Saptuari Sugiharto, owner kedai digital dan sedekah rombongan. Dan masih banyak lagi lainnya.

Kebangkitan atau Keterpurukan?

Mencermati perkembangan dunia anak muda kini, mereka memiliki passion menjadi pengusaha muda, muslim, religius, kaya, dan sekaligus dermawan. Dalam buku Middle Class Muslim karya Yuswohady, beliau menjabarkan bagaimana perkembangan anak muda muslim khususnya dari kalangan menengah yang tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Menurut beliau, kebangkitan kaum muslim menengah ini ditandai dengan pendapatan mereka yang meningkat, kesadaran islami yang makin kuat dalam menerapkan nilai-nilai Islam, menjauhi riba, rajin sedekah, dan munculnya lautan jilbab yang sangat pesat.

Dominasi kaum muslim menengah itu sangat terlihat dari geliat muslim muda. Mereka menjadi sadar berhijab untuk berhijab, bukan hanya idola artis mereka berhijab, juga karena munculnya dai-dai sosial medi yang makin banyak.

Tidak hanya itu, kaum muslim muda menengah juga memiliki fenomena baru yakni plesiran ke tanah suci. Iya, kini umroh menjadi destinasi wisata spritual yang favorit. Bukan lagi prancis, london, eropa yang dituju. Melainkan mereka ingin mendapat pengalaman spiritual yang menggugah dirinya untuk hijrah menjadi lebih baik.

Inikah suatu pertanda bahwa kaum muslim muda sedang menuju kebangkitan?

Jika merujuk kepada Syeikh Taqiyuddin An Nabhani – semoga Alloh merahmati beliau – dalam kitab Nidzomul fil Islam, dinyatakan bahwa kebangkitan hakiki terjadi manakala taraf pemikirannya meningkat. Dalam arti pemahaman tentang Islam yang benar (shahih) secara menyeluruh (kaaffah). Sehingga pemahaman ini menggerakkan diri seorang muslim untuk taat dan menjalankan syariah Alloh SWT secara totalitas dan menjadi pola pikir dan pola sikapnya. Jika justru yang terjadi sebaliknya, maka bukanlah dikatakan kebangkitan, namun sebuah keterpurukan.

Tidaklah keliru jika kita memiliki impian yang tinggi, orientasi dunia berupa mengejar kekayaan, karir dan memperoleh harta yang banyak dan berkah. Toh kita pun ingat bahwa bekerjalah seperti kita akan hidup selamanya di dunia dan shalatlah seperti esok kita akan menjemput ajal.

Akan tetapi, jika semata dunia yang dikejar, atau justru hingga melalaikan tugas mulia dari Alloh beserta Rosulnya, yakni menjadi abdullah yang menjalan Islam secara kaaffah, menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari yang munkar, maka takutlah kepada azab Alloh yang luar biasa pedih.

Wahai sahabat muda, ketahuilah bahwa Dunia itu Menipu

Alloh SWT berfirman,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (TQS al-Hadid [57]: 20).

Kesenangan dunia kadang melenakan. Tak sedikit manusia yang terlena olehnya. Seolah dunia adalah segala-galanya sehingga seluruh hidupnya dicurahkan untuk meraihnya. Untuk itu, mereka pun lupa dan lalai mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Padahal, suatu saat mereka harus berpisah dengan kehidupan dunia. Segala kenikmatan dan kesenangan dunia pun berakhir. Sementara mereka tak memiliki bekal untuk akhirat. Ketika itu terjadi, yang terbit adalah penyesalan tak berujung.

Agar tiada ada penyesalan, maka kehidupan dunia harus dipahami dengan benar. Ayat ini memberikan penjelasan yang benar mengenai hakikat kehidupan dunia.

Oleh karena itu, Jangan sampai kita Tertipu oleh Dunia. Mari kita ingat pesan Nabi SAW,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)

Karena dunia ini adalah penjara, dan surga adalah tujuan kita, maka bersabarlah, karena buah kesabaran itu amat manis.

Wahai Generasi muda, Nabimu menaruh harapan besar dipundakmu. Beliau sampai mewasiatkan tentangmu. Bahwa dirimulah yang beliau harapkan menjadi pendukung, pelindung, pejuang dan penjaga Islam.

اُوْصِيْكُمْ بِالشَّبَابِ خَيْرًا فَاِنَّهُمْ اَرَفُّ اَفْئِدَةً اِنَّ اللهَ بَعَثَنِيْ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا فَخَالَفَنِى الشُّيُوْخُ ثُمَّ تَلاَ قَوْلَهُ تَعَالَى فَطَالَ عَلَيْهِمُ اْلاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ.

“Aku wasiat-amanatkan kepadamu terhadap pemuda-pemuda (angkatan muda) supaya bersikap baik terhadap mereka.Sesungguhnya hati dan jiwa mereka sangat halus. Maka sesungguhnya Tuhan mengutus aku membawa berita gembira, dan membawa peringatan. Angkatan mudalah yang menyambut dan menyokongaku, sedangkan angkatan tua menentang dan memusuhi aku. Lalu Nabi membaca ayat Tuhan yang berbunyi: “Maka sudah terlalu lama waktu (hidup) yang mereka lewati, sehingga hati mereka menjadi beku dan kasar”.

Ahli hikmah mengatakan, siapa yang tumbuh pada masa mudanya dengan orientasi, akhlak, kepribadian, karakter tertentu, maka rambutnya akan memutih dalam kondisi ia memiliki karakter yang telah diperjuangkannya itu (man syabba syaaba ‘alaihi).

Maka dari itu, bekalilah diri dengan Ilmu dan Ketaqwaan. Mulai dari sekarang.

Imam Syafii mengatakan, “Sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaannya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya.Ia tidak layak disebut pemuda. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan.” (syubbanul yaum rijalul ghod).

Wallohua’lam.
Wahai pemuda, #YukNgaji

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: