//
selamat membaca...
Catatan Pribadi

10 Hari Lagi Ramadhan, Udah Persiapan?

Sebelas bulan kita lewati sudah. Tak terasa Ramadhan akan kembali kita jumpai. Masya Alloh. Hati ini berdegup, berdecak, dag dig dug.. ngga karuan, serasa mau ketemu kekasih hati.

Ya. Ramadhan adalah kekasih hati. Layaknya kekasih semestinya ia kita sambut dengan rasa yang begitu bahagia, disambut dengan ketaatan kepadaNya. Masya Alloh. Ini kekasih yang sesungguhnya. Ia bukan hanya datang membawa kabar gembira, namun juga rasa cinta, rasa rindu, kasih sayang hingga pahala berlipat dan ampunan dari Sang Pencipta.

Penantian kita takkan lama lagi. Sepuluh hari di bulan Sya’ban ini bolehlah kita betul-betul maksimalkan. Sya’ban sendiri memiliki keutamaan. Ia antara bulan Rajab dan Ramadhan. Oleh karenanya, kemuliaan bulan Ramadhan seharusnya diiringi dengan ketaatan tiap bulannya.

Refleksi diri.

Banyak orang terkadang salah mengartikan bahwa Ramadhan identik dengan penyuci diri atas maksiat dan dosa yang diperbuat secara “sengaja” di sebelas bulan sebelumnya. Ramadhan identik dengan madrosah, pesantren, setelah sebelas bulan “ngelayab” jauh dari masjid, jauh dari majelis, jauh dari al-Qur’an. Na’udzubillah. Kadang kala diri ini merasa, apa memang demikian adanya? Bukankah Alloh menurunkan syariah untuk mengatur manusia agar beribadah kepadanya siang hingga malam?

Pandangan semacam ini menurut saya keliru. Pemikiran ini  menyebabkan seolah ibadah hanya di bulan Ramadhan. Baca Qur’an hanya di bulan Ramadhan. Puasa hanya dibulan Ramadhan, walaupun beda antara wajib dan sunnah, puasa senin dan kamis atau puasa Daud juga syariah.

Ramadhan bulan upgrade diri, ummat dan Negara.

Seperti kita pahami bersama bahwa Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Mulai dari rahmat, barokah dan maghfiroh berupa ampunan atas dosa dan kesalahan yang kita perbuat. Di dalamnya juga terdapat pahala yang begitu besar. Gede gedean. Tak satupun ibadah yang tak dilipat gandakan kebaikan dan pahalanya semata untuk Alloh azza wa jalla. Rezeqi yang berlimpah dan persaudaraan yang begitu hangat.

Upgrade diri

Sebagai muslim yang terikat dengan hukum syara’, sepantasnya kita selalu menjadikan syariah sebagai standar perbuatan kita. Syariah adalah “SOP” kita dalam berbuat. Kesempatan baik Ramadhan ini kita tingkatkan Key Performance Indicator kita dihadapan Alloh SWT. Agar kita benar-benar menjadi khoiru ummah.

Upgrade masyarakat

Masyarakat Islami adalah sekumpulan orang-orang yang mendiami sebuah wilayah tertentu dengan andanya interaksi diantara mereka dan memiliki perasaan, pemikiran dan peraturan yang sama sesuai syariah.

Namun lihat masyarakat Islam kita sekarang. Apa pemahaman mereka semuanya adalah Islam? Apakah pemahaman Islam dijadikan sumber rujukan? Apakah hukum Islam dijadikan standar mereka dalam berbuat dan mengatasi masalah. Saya berfikir rekan-rekan sudah mengetahui jawabannya.

Masyarakat kita sekarang secara umum masih jauh dari syariah. Namun, kita patut bersyukur karena ada sekelompok dari mereka yang kini begitu antusias bukan sekedar ingin hidup sesuai cara Islam, tetapi mereka turut menyeru agar hidup sesuai Islam. Masya Alloh.

Fenomena itu dapat kita perhatikan dari berbagai sisi. Menjamurnya bank syariah atau lembaga-lembaga berlabel syariah, bisnis syariah, hotel syariah, Terlepas dari sisi keuntungan yang ingin mereka peroleh, tapi disini kita ambil positifnya, masyarakat menginginkan Islam.

Bukan hanya itu, life style juga telah berubah. Lautan jilbab terjadi dimana-mana. Bukan hanya marak dibulan Ramadhan, kini hijab menjadi tren. E commerce bermunculan dan menawarkan pakaian yang syar’ie. Terlepas apakah betul-betul syarie. Namun, semangat Islam patut kita apresiasi.

Demikian juga masyarakat lebih jeli memilih mana makanan dan minuman yang halal. Remaja dan generasi muda mulai meninggalkan pacaran. Terbukti berjamur media sosial dakwah yang gencar digalakkan oleh kaum muda. Ini adalah kesadaran yang baik. Ini perlu ditingkatkan dan diperluas.

Namun, tugas masyarakat dan kelompok di dalamnya hanyalah menyeru dalam kebaikan dan mencegah dari yang munkar. Ia tidak bisa memberi hukuman atas pelanggaran yang dilakukan individu. Merek yang zina tak lantas langsung di dera dan dirajam, juga pencuri tak bisa dipotong tangan. Mereka yang membunuh tak bisa dibalas bunuh. Karena aktivitas semua itu hanya boleh dilakukan oleh level Negara, bukan masyarakat atau kelompok.

Upgrade peran Negara

Negara adalah sebuah entitas tertinggi dari tatanan msyarakat yang menjalankan sejumlah peraturan yang terpancar dari aqidah, dan bertugas menjalankan aturan tersebut semata atas ketaatan kepada Rabbnya. Negara yang bertanggungjawah atas keshalihah dan aqidah yang benar karena Negara adalah penjaga aqidah.

Negara mempunyai otoritas, kekuasaan dan kekuatan untuk memaksa agar setiap individu hingga masyarakatnya agar tunduk dan taat kepada syariah. Hanya dengan tunduk kepada syariah lah kesejahteraan, keamanan, ketertiban dan kemajuan akan dicapai. Tanpa ketaatan negara, maka sama saja dengan mengundang murka Alloh SWT yang lebih besar jika dibanding individu.

Untuk itulah, mendorong agar Negara menerapkan syariah secara kaaffah adalah sebuah kewajiban yang besar.

Akhirnya, sebelum kita menemui Ramadhan dengan bahagia, mari kita berdoa:

“Ya Allah, panjangkanlah umur kami untuk bertemu dengan bulan Ramadhan & berikanlah kami kekuatan & kesehatan serta bantulah kami untuk kami beramal dengan sepenuh-penuh amal pada sepanjang bulan tersebut.” Aamiin

Saudaramu,
Prio Agung Wicaksono

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: