//
selamat membaca...
Catatan Pribadi

Berfikir Melahirkan Ide/Gagasan

Ide/Gagasan kadang kala hanya menjadi ide/gahasan yang tak kunjung menjadi kenyataan. Mengapa bisa terjadi demikian? Mari kita pahami bersama-sama.

Ide lahir dari kumpulan-kumpulan pemikiran yang mendapat rangsangan berupa informasi yang kita terima, kemudian kita olah dalam otak kita yang sehat dan kemudian ia beradu dengan pemikiran lama kita. Dari proses inilan terjadi pemahaman baru yang kemudian kita kenal ide/ gagasan.

Ide atau sering kita sebut gagasan, bisa berupa sesuatu yang baru atau sesuatu yang berbeda. Persamaan informasi yang masuk kepada otak manusia menjadikan sebuah ide kadang mirip satu sama lain. Tidak menutup kemungkinan ide kadang kala justru hasil inspirasi dari ide orang lain. Sering orang menyebut ide semacam ide disebut dengan plagiat atau jiplakan.

Saya sendiri berpendapat tidak ada ide sesuatu yang benar-benar baru. Pendapat ini saya dasarkan pada proses penciptaan bumi dan langit itu sendiri. Ia terjadi atas penciptaan Allah azza wa jalla. Kesemua hasil ciptaan Sang Pencipta adalah hal yabg baru. Dia-lah yang kita sebut sebagai creator.

Nah bagaimana ide hasil pemikiran manusia? Pada umumnya orang akan bilang sebagai penemuan baru, ide baru, gagasan baru. Namun, semua itu hanyalah turunan dari ide dasar dari Allah SWT. Untuk itulah saya menyebutnya manusia sebagai Co-Creator. Ia adalah khalifah di muka bumi. Ia menciptakan sesuatu hasil ciptaan Allah SWT. Itulah manusia dan penemuannya.

Ide awal dari Perubahan

Semua sepakat bahwa untuk maju harus terus menerus kita dorong perubahan ke arah yang lebih baik. Dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun. Perubahan itu harus digulirkan. Ide-lah awal dari perubahan itu. Tanpa ide, perubahan yang diharapkan akan mengarah kemana?

Perubahan itu sendiri sesuatu yang pasti terjadi. Seperti hal usia manusia, pasti bertambah setiap hari hingga setiap tahunnya. Akan tetapi, kualitas perubahan akan ditentukan sejauh mana kualitas pemikirannya. Semakin baik pemikirannya, maka bisa dipastikan perubahan yang dihasilkan akan menjadi baik.

3 dasar pemikiran perubahan

Pemikiran perubahan didasari oleh sesuatu yang sangat mendasar. Sesuatu yang sangat mendasar ini yang akan menentukan apakah ide yang dihasilkan untuk melakukan perubahan akan menghasilkan perubahan yang semu ataukah perubahan yang hakiki.

Tiga pemikiran mendasar yang menjadi pondasi lahirnya ide perubahan itu adalah;

Pertama, Sekulerisme. Paham ini lahir atas dasar pemikiran bahwa penciptaan alam semesta, manusia dan kehidupan adalah oleh Sang Pencipta. Akan tetapi peran Sang Pencipta selesai tatkala manusia yang mengatur dunianya tanpa campur tangan Tuhan. Disinilah esensi dari sekulerisme lahir, yakni memisahkan urusan agama Tuhan dengan urusan dunia. Sebut saja urusan politik, ekonomi, pendidikan, budaya, pergaulan, kesehatan, dan sebagainya. Ide perubahan yang lahir dari paham ini tentu lemah, karena bersumber bukan dari Sang Pencipta, melainkan atas buah pikiran manusia itu sendiri melalui akalnya yang terbatas.

Kedua, Sosialisme. Ide dan gagasan sosialisme lahir atas ketidaknyamanannya terhadap paham sekulerisme kapitalistik yang menyebabkan benturan antara penguasa dengan kaum bawah. Paham ini lebih rendah lagi, karena tidak mengakui adanya Sang Pencipta. Paham ini juga mengajarkan bahwa agama hanyalah candu. Untuk itulah, ide perubahan atas dasar ideologi ini jelaslah lemah dan pasti hancur. Perubahan sejati takkan dapat dicapai dengan paham ini.

Ketiga, Islam. Agama yang diturunkan Allah SWT melalui Rosululloh SAW ini memahamkan kita bahwa manusia memiliki aqidah yang kuat. Kehidupannya di dunia adalah rangkaian kehidupannya dari sebelum manusia ada dan setelah manusia tiada. Kehidupan manusia di dunia terikat dengan hukum syara yang dengannya manusia mampu memimpin perubahan besar. Inilah yang membuat ide perubahan besar berhasil diwujudkan. Pentas dunia mengakui dan takkan mengelak atas apa yang telah dihasilkan dari sebuah peradaban dibawah panji Islam. Takluknya Apanyol, Andalusia, hingga Konstatinopel adalah bukti bahwa Islam pasti mengantarkan pada perubahan yang gemilang.

Lantas, kini perubahan seperti apa yang diharapkan oleh manusia? Wallohua’lam.

Salam hangat,
Prio Agung Wicaksono

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: