//
selamat membaca...
Artikel Pilihan

Kita Adalah Para Pedagang

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap manusia, keluar di pagi hari lalu menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya ada yang mencelakakan dirinya.” (HR at Tirmidzi).

Salah seorang Ulama di zaman khalifah Umar bin Abdul Aziz yang bernama Muhammad bin Ka’ab pernah berkata (menyikapi hadits tersebut), “Dunia ini ibarat pasar.”

Manusia menjual dirinya di “pasar” tersebut. Mulai dari bangun tidur, hingga beranjak tidur lagi. Dalam hal ini, seluruh manusia terbagi menjadi tiga kategori:
Pertama, ada yang menjual dirinya; raga, pikiran, harta, waktu, kemampuan, dan semua yang ia miliki kepada Allah. Kemudian Allah pun membelinya dengan harga yang mahal.
Kedua, ada pula yang menjual dirinya kepada setan dan kesia-siaan. Ia menukarkan semua yang dimilikinya dengan secuil kenikmatan dunia.
Ketiga, dan inilah yang paling banyak, ialah orang yang menjual daganganya kepada pembeli yang diinginkannya. Kadang ia menjual waktunya kepada Allah, tapi tak berapa lama menjualnya kepada setan. Kadang dia menyerahkan jiwa dan raganya kepada Allah, namun di lain waktu dia menghabiskan sebagian banyak waktunya dengan kesia-siaan.

Begitulah. Setiap pagi datang, kita selalunya menyiapkan dagangan. Kadang kita tukarkan harta dan tenaga kita dengan pahala, namun tak jarang juga kita menukarnya dengan dosa dan nista.

Jika barang dagangan kita lebih banyak kita jual kepada Allah, maka kita telah beruntung. Sebaliknya, jika semua itu justru kita habiskan dalam transaksi dengan setan dan bala tentaranya, tentulah kita menjadi golongan yang merugi. Rugi di dunia; terlebih di akherat.

Sebagaimana layaknya jual-beli, kita sebagai seorang pedagang haruslah jeli menkalkulasi barang dagangan kita. Jangan sampai kita merasa aman dan beruntung karena telah menjual barang dagangan kita kepada Allah. Karena, boleh jadi yang kita jual kepada setan dan bala tentaranya justru jauh lebih banyak.

Allah SWT berfirman, “Maka, apakah pantas orang yagn dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu?” (QS Fathir [35]: 8)

Mari kita kalkulasi barang dagangan kita setiap hari dengan berMUHASABAH. Sering kali mata kita terlalu letih saat membaca beberapa ayat Al-Qur’an, namun begitu betah dan berbinar saat memandangi layar smartphone. Hanya kepada Allah lah kita memohon kebaikan, dan hanya kepada-Nya lah kita memohon petunjuk. Wallahu a’lam.
***

Sumber: kiriman pesan via wa dari Ust. Amir, Tangerang, 27/01/2016

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

One thought on “Kita Adalah Para Pedagang

  1. Apakah

    Like

    Posted by Adm khoir jr | August 7, 2017, 6:18 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: