//
selamat membaca...
Catatan Syabab

SOSOK ABU MAHMUD YANG SAYA KENAL

Pagi ini, tepatnya pukul 07.03 WIB, saya mendapat kabar yang sungguh menyesakkan. Betapa tidak, figur yang luar biasa itu telah pergi menghadap sang Khaliq untuk selamanya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Syaikh ‘Abdul Hadi Fa’ur Hasan Fa’ur, yang lebih dikenal dengan nama Syaikh Abu Mahmud, telah dipanggil oleh Allah, Dhuhur 22 Shafar 1437 H/04 Desember 2015 M di usia 81 tahun. Namanya memang tidak dikenal penduduk bumi, sebagaimana umumnya para ulama’ dunia, tetapi insya Allah, nama itu terpatri di langit, dan dikenal oleh penduduk langit.

Beliau adalah generasi awal Hizbut Tahrir, yang telah menemani dua syaikh Hizb sebelumnya, al-‘Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dan al-‘Allamah Syaikh ‘Abdul Qadim Zallum, juga amir sekarang. Beliau begitu berkeinginan kuat menyaksikan merekahnya fajar Khilafah, meraih kebaikan, dan pahala yang Allah kehendaki, tetapi apa boleh buat, Allah lebih menyayanginya, dan hendak memberikan kebaikan yang lebih, serta pahala yang lebih besar lagi, sehingga abadi di sana, di dalam jannah-Nya, insya Allah..

Beliau, rahimahu-Llah, adalah orang yang begitu ikhlas berjuang semata untuk Allah, benar dalam meneladani Rasulullah saw. sehingga beliau tetap dalam kebenaran. Kami tidak menganggap suci seseorang, yang bagi Allah SWT termasuk orang-orang yang membuktikan apa yang mereka janjikan kepada Allah..

﴿مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا﴾

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).” [Q.s. al-Ahzab: 23]

Saya mengenal beliau sejak tahun 1996, saat pertama kali beliau berkunjung ke Indonesia. Kezuhudannya begitu melekat dalam ingatan saya. Tampak dari pakaiannya yang sederhana, bahkan ke mana-mana menenteng tas kresek [kantong plastik]. Tas kopernya yang besar itu pun bukan tas yang bagus, tetapi tas yang sudah usang. Tas itulah yang menemani perjalanannya ke berbagai negara. Begitu sederhana.

Beliau juga sangat wara’. Saya masih ingat, saat Ramadhan menjelang Maghrib, kami menunggu penerbangan di Makasar. Sebagai pelayan beliau di sini, saya menawarkan untuk berbuka di gerai cepat saji, francise milik Amerika, yang ada di dekat bandara. Tanpa memberi alasan, beliau pun menolak. Setelah check in, dan menunggu boarding di dalam ruang tunggu, baru beliau jelaskan alasannya. Sambil membuka kalimatnya dengan nada bertanya, “Anda tahu, Hizb pernah mengeluarkan Nasyrah tentang keharaman membeli produk negara Kafir Harbi?” Saya jawab, “Tidak. Saya belum pernah membaca nasyrah itu.” Beliau tegaskan, “Hizb pernah mengeluarkan nasyrah itu pada zaman Syaikh Taqi.”

Saat itu, para penumpang di ruang tunggu sedang menyaksikan siaran langsung MotorGP. Untuk melepaskan penat, saya pun berjalan melintasi mereka. Setiba di tempat duduk saya, beliau mengingatkan, “Apakah Anda ridha berdiri dan berada di antara orang-orang itu?” Saya pun hanya bisa terdiam. Nasihat itu hingga kini masih terngiang-ngiang di telinga saya.

Meski ada rukhshah, tetapi beliau tidak suka mengambil rukhshah. Selama menemani perjalanan beliau ke berbagai kota dan pulau, beliau tidak pernah manjamak shalatnya. Beliau lebih suka mengambil hukum ‘azimah [hukum asal], daripada rukhshah. Begitulah dalam beribadah, dan begitulah karakter beliau dalam berdakwah. Maka, keluar masuk penjara pun sudah menjadi bagian dari hidup beliau.

Yang tak pernah saya lupakan tentu kasih sayang dan perhatian beliau yang luar biasa kepada saya. Saat putra saya yang pertama sering sakit-sakitan, sehingga saya tidak bisa menghadiri pertemuan dengan beliau, beliau pun memberikan perhatian khusus kepada saya. Bahkan, sering menanyakan ihwal saya dan putra saya. Semoga, nama saya selalu terpatri dalam hati beliau, dan kelak hamba Allah yang lemah dan masih banyak dosa ini bisa bersama beliau di jannah-Nya.

Selamat jalan guruku,
Murabbi ruhi
Doaku selalu menyertaimu..

Hafidz Abdurrahman


#kenangan tak terlupakan

Sby sd ngawi. Praktek doa sblm n sdh makan beliau lafalkan stiap memasukkan makanan kecil. Maksudnya ktk ada jeda bbrp detik beliau ambil makanan lagi, sllalu doa tsb diucapkan lagi.
Beliau sangat perhatian saat ditanya apa saja.
Beliau tak sgan menegur kala itu sy mematikan murottal sblm saat waqaf. Yg unik teguran itu bkn pada saya tapi disampaikan kpd yg hadir.
Dan kesahajaan beliau adalah memakai baju yg itu2 sj.

Semoga Allah menempatkan di illiyyin.

KESAN PERTAMA BERTEMU ASY-SYAIKH ABU MAHMUD

Dulu ketika Asy-Syaikh Abu Mahmud pertama kali datang ke Jember, saya bertugas mengurus hotel, alat transportasi (mobil), akomodasi, menyambut serta menemani beliau.

Pagi-pagi saat saya mengantarkan sarapan ke hotel dan mengetuk pintu, beliau berhenti membaca Al-Qur`an lalu segera membukakan pintu.

Sejenak saya diam terpaku memandang beliau. Gagah dan berwibawa sekali beliau. Waktu itu beliau mengenakan gamis/jubah bermotif garis-garis coklat.

Tiba-tiba saja saya teringat Rasulullah Saw, dan dalam hati spontan terlintas:

“Ya Rasulullah, seperti beliau inikah kira-kira para sahabat terkasihmu…?”

Air mata saya menitik, melihat senyuman beliau sambil menerima nasi kotak yang saya bawakan. Meletakkannya di meja, lalu mengangkat tangan mendoakan saya…

Semoga beliau dikumpulkan di jannatuLLAH bersama Rasulullah Saw dan para sahabat radhiyaLLAHU ‘anhum…
Aamiin…[ka]

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: