//
selamat membaca...
Hadits Pilihan

Syarah Hadits Arba’in

BERBUAT IHSAN DALAM SEGALA HAL

عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا القِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ) رواه مسلم.

Artinya:

“Dari Abu Ya’la, Syaddad ibn Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) dalam segala hal. Maka, apabila kalian membunuh, bunuhlah dengan baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik. Hendaklah seseorang dari kalian menajamkan pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya’.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

TAKHRIJ HADITS

Hadits ini dikeluarkan oleh Muslim pada kitab “Ash-Shayd”, bab “Al-Amr bi Ihsaan Adz-Dzabh wa Al-Qatl wa Tahdiid Asy-Syafrah”, no. 1955.

KEDUDUKAN HADITS

Penulis kitab Al-Wafi berkata: “Hadits ini merupakan salah satu kaidah dari kaidah-kaidah agama yang penting. Ia mengandung kesempurnaan seluruh ajaran Islam. Hal ini karena ihsan dalam perbuatan, adalah menunaikannya sesuai tuntutan syariah. Perbuatan bisa berkaitan dengan kehidupan manusia, serta pengaturan urusannya dengan keluarga, saudara-saudara serta manusia yang lainnya. Bisa juga berkaitan dengan tempat kembalinya (akhirat), yaitu iman sebagai perbuatan  hati, dan Islam sebagai perbuatan anggota badan. Barangsiapa yang berbuat baik dalam urusan kehidupan dunia dan akhiratnya, menunaikannya dengan sempurna dan benar, maka ia telah meraih keuntungan yang besar. Dia termasuk orang yang bahagia di dunia dan akhirat, insyaAllah.”

PELAJARAN DARI HADITS INI

1. Ihsan dalam  hadits ini maksudnya adalah melakukan seluruh amal yang disyariatkan secara tepat, sempurna, dan sebaik mungkin. Sikap ihsan ini dituntut saat mengerjakan seluruh kewajiban, meninggalkan yang haram, dan bergaul bersama manusia.

2. Ihsan dalam membunuh, yaitu berlaku baik dalam cara membunuh, dengan alat yang tajam, juga dengan mempercepat pembunuhan orang yang diperbolehkan untuk dibunuh dengan cara yang paling mempercepat proses kematiannya.

Pembunuhan yang dibolehkan itu adalah pembunuhan dalam jihad yang disyariatkan, atau dalam pelaksanaan qishash dan hudud.

Beberapa ketentuan pembunuhan ini di antaranya:

(a) Cara yang paling baik dalam membunuh musuh saat jihad fi sabilillah adalah dengan menebaskan pedang ke lehernya, karena ini cara paling cepat menuju kematian.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang melakukan mutslah (menyiksa dan memotong-motong tubuh) musuh, baik dalam keadaan hidup maupun mati.

(b) Adapun qishash, tidak diperbolehkan juga dengan mutslah kepada orang yang diqishash, walaupun si pembunuh ini telah memotong-motong tubuh korbannya. Ia tetap dibunuh dengan pedang.

Pada dasarnya, qishash dilakukan dengan cara yang sama sebagaimana perlakuan si pembunuh terhadap korbannya. Namun dikecualikan dari hal ini, jika si pembunuh memutilasi korbannya atau membakarnya, maka ia tidak diqishash dengan cara yang sama, namun cukup dibunuh dengan pedang, karena mutilasi dan membakar diharamkan dalam Islam.

(c) Adapun hukuman hadd atas orang kafir, mayoritas ulama memakruhkan mutslah, baik terhadap orang kafir asli maupun terhadap orang yang murtad.

3. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengurung atau memasukkan hewan ke dalam karung, lalu memukulinya hingga mati.

4. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menjadikan sesuatu yang memiliki ruh sebagai sasaran panah. Misalnya menjadikan hewan yang masih hidup sebagai sasaran dalam latihan memanah.

5. Di antara adab dalam menyembelih hewan:

(a) Menajamkan alat yang digunakan untuk menyembelih
(b) Lemah lembut dalam menyembelih
(c) Menyembunyikan pisau dari hewan, kecuali ketika menyembelih
(d) Memotong urat leher hewan yang disembelih
(e) Tidak menyembelih di hadapan hewan yang lain
(f) dan lain sebagainya

Referensi:
Al-Wafi fi Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah karya Mushthafa Dib Al-Bugha dan Muhyiddin Mistu

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: