//
selamat membaca...
#YukNgaji

Menjawab Misteri Kehidupan

Jika menjawab tiga pertanyaan dasar kehidupan dengan salah, maka akan salah pula kehidupan seseorang. Tiga pertanyaan tersebut adalah: darimana kita berasal, untuk apa hidup di dunia, dan akan kemana setelah mati?

1. Darimana kita berasal?
Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu kita harus berpikir, menggunakan akal. Dengan panca indera, kita menemukan bahwa ada: manusia, alam, dan kehidupan. Ada kesamaan dari ketiganya, yaitu bersifat terbatas, lemah,  serba kurang, dan bergantung. Sehingga mustahil bersifat azali, dan pasti ada yang menciptakannya.
Kemungkinan tentang pencipta:
1) Ada yang menciptakan. Ini salah.
2) Menciptakan diri sendiri. Ini juga salah.
3) Bersifat Azali. Ini benar.
Dengan berpikir, kita bisa menyimpulkan secara pasti bahwa pencipta itu pasti ada, dan azali. Tidak mungkin tidak ada.
Masalah berikutnya:
1) Jika manusia mau menggunakan mau berpikir, pasti akan menyimpulkan bahwa Pencipta (Tuhan itu ada).
2. Sekitar 90% manusia di bumi pun percaya adanya Tuhan.
3) Banyak pula negara yang ada dasar Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
4) Tetapi, mengapa bumi ini tidak semakin aman, tidak makmur, dan tidak damai?
Oleh karena itu, sekedar menjawab pertanyaan nomor 1 saja tidak cukup.
Lantas harus bagaimana?

***
Mayoritas penduduk dunia beragama. Banyak juga yg mengaku menyembah Tuhan. Tapi dunia tetap dalam kondisi tidak baik. Manusia harus melanjutkan menjawab pertanyaan aqidah berikutnya, yaitu untuk apa manusia hidup di dunia? Jawaban pertanyaan tersebutlah yg akan mampu mengubah dunia menjadi baik.
Kalau pertanyaan ini ditanyakan kepada manusia, bisa jadi akan ada banyak jawaban. Benar tidaknya akan relatif. Jawaban yg pasti benar adalah jawaban dari Sang Pencipta itu sendiri. Oleh karena itu, manusia butuh informasi dari Pencipta.
Ada 3 Kemungkinan:
1.Manusia Mencari Informasi Kepada Pencipta (bertanya langsung)
2.Pencipta Memberi Informasi Kepada Manusia
3.Pencipta Tidak Memberi Informasi

Kemungkinan yg benar menurut akal adalah :
1. Pencipta tidak memberi informasi.
Konsekuensinya, berarti manusia bebas mengatur kehidupannya. Mau berbuat apa saja, bebas.
2.Pencipta memberikan informasi.
Konsekuensinya, manusia terikat dengan informasi tersebut. Manusia tidak bebas mengatur kehidupannya. Tetapi, manusia harus membuktikan terlebih dahulu bahwa informasi tersebut benar-benar dari Pencipta, bukan informasi palsu.
contoh :
Sebuah Handphone oleh penciptanya disertai dengan buku panduan penggunaan. Orang yg membelinya harus menggunakannya sesuai buku petunjuk. Jika mau membersihkan layarnya, ada aturannya. Jika aturan tersebut ditaati, maka Handphone akan berfungsi baik. Pembeli Handphone tidak bisa sembarangan membersihkannya, misalnya dengan memasukkannya ke mesin cuci. Jika dilakukan, Handphone akan rusak.

karena itu, manusia harus mencari informasi yg valid. Adakah informasi dari Pencipta? Kalau ada, informasi yg mana? Bukankah di dunia ini banyak orang mengaku Nabi? Banyak kitab-kitab yg diklaim sebagai informasi dari Tuhan? Apa semua benar? Apa semua salah? Apa ada satu yg benar?

***
Untuk apa manusia di dunia? Kita butuh informasi dari Pencipta, karena untuk bertanya langsung tidak bisa. Tapi, di dunia ini banyak manusia mengaku dirinya nabi. Kitab yang diklaim dari tuhan pun banyak. Apa semua benar? Apa semua salah? Apa ada satu yang benar?

Kita harus mengujinya.
1.Apakah semua kitab yang dibawa orang yang mengaku nabi tersebut benar? Jawabannya : tidak mungkin semua benar. Karena isinya saling bertentangan.
2.Apakah semuanya salah? Bisa jadi.
3.Apakah semuanya salah, kecuali satu saja yang benar? Bisa jadi.

Kita menemukan Al Qur’an. Kemungkinan yang ada :
Tentang sumber Al Qur’an:
1.Buatan orang Arab.
Kemungkinan ini tidak ada, karena Al Qur’an menantang mereka untuk membuat yang serupa dengannya,  tapi ternyata mereka tidak mampu. Silakan buka : Al Baqarah : 23 , Yunus : 38, Hud : 13,  Al Isra’ 88.

2.Buatan Muhammad.
Kemungkinan ini juga tidak ada, karena Muhammad sendiri adalah orang Arab. Selain itu, gaya bahasa al-Qur’an tidak sama dengan Hadits.

3.Al Qur’an adalah wahyu Allah.
Kemungkinan inilah yang benar. Karena tidak ada manusia yang bisa meniru. Keotentikannya dijamin Allah. Isinya pasti benar.
Termasuk menyangkut jawaban tiga pertanyaan mendasar tadi

Bagaimana dengan kitab-kitab yang lain? Jika diuji, ternyata semuanya tidak lolos uji. Keotentikannya tidak dijamin. Isinya tidak konsisten. Ada yang mengatakan Tuhan lebih dari satu, itu jelas kemungkinan yang tertolak.

Sikap yang harus kita ambil:
1.Mengambil jawaban yang pasti benar
2.Meninggalkan jawaban yang pasti salah

Misteri besar manusia pun terjawab dengan tuntas dan memuaskan:
Manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepada-Nya, dan setelah mati akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah dilakukan di dunia pada hari perhitungan, dari itu akan ditentukan sebagai penghuni surga atau neraka

Bagaimana penjelasan detailnya?

bersambung..

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: