//
selamat membaca...
Hadits Pilihan

Jangan Sedih & Jangan Bakhil

Kaya miskin adalah warna warni keadaan manusia, begitu juga umat Islam ada yang mampu ada yang tidak mampu. Untuk yang tidak mampu tidak usah sedih tidak usah kecil hati, hendaklah dia tetap bersuka ria dengan mendapat daging qurban dan bersyukur pada Allah. Dan bukan itu saja bahwa Nabi telah berqurban untuk umatnya yang belum mampu berkurban.

Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu , ia berkata: ‘Aku ikut bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari ‘Idul Adha di Mushalla (lapangan tempat shalat). Setelah selesai khutbah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam turun dari mimbar, lalu dibawakan kepadanya seekor kambing kibasy, lalu Rasulullah menyembelihnya dengan kedua tangannya seraya berkata, “Dengan menyebut nama Allah, Allahu akbar, ini adalah kurbanku dan kurban siapa saja dari umatku yang belum berkurban.” Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya (II/86), At Tirmidzi dalam Jami’-nya (1.141) dan Ahmad (14.308 dan 14.34)

Para ulama telah menyatakan dari beberapa hadits2 seperti ini baik yang dianggap lemah atau hasan. Antara lain pendapat ulama adalah:

1. Penyembelihan kurban untuk diri dan keluarga adalah dibolehkan, sebagaimana kesepakatan para ulama berdasarkan amalan yang dilakukan oleh Nabi dan para sahabat Beliau.

2. Penyembelihan kurban untuk diri dan untuk umat (selain keluarga) hanyalah khusus bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalilnya, para sahabat tidak ada yang melakukan hal tersebut sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang ada, mereka hanya menyembelih kurban untuk diri sendiri dan keluarganya.

Adapun bagi mereka yang mampu maka hati-hatilah jika sengaja tidak mau berkurban sebab Nabi kita mengancam dan memperingatkan dengan tegas.

Hadits Abu Hurairah, beliau berkata
قَالَ رَسُولُ اللّه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang memiliki kemampuan (keluasan rizki) dan tidak menyembelih, maka jangan dekati tempat shalat kami” (HR Ahmad, Nasai).

Hadits ini jelas menunjukkan ancaman kepada orang yang memiliki kemampuan dan enggan menyembelih kurban. Tentunya, Rasulullah tidak akan berbuat demikian, kecuali menunjukkan bahwa itu hukumnya wajib.

Oleh sebab itu, bagi yang mampu jangan kita bakhil. Rizki kita dari Allah sudah sewajarnya kita bersyukur dengan bentuk mengembalikan pada Allah dalam bentuk qurban.

Sesungguhnya shalatku dan penyembelihanku, hidupku matiku untuk Mu Rab Pencipta Alam.

sumber: tulisan kiriman sahabat
29/09/2014 jam 11:19

salam
@prioagungw | muslim optimizer

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: