//
selamat membaca...
Catatan Syabab

Tanggapan terhadap Fatwa Larangan Menampilkan Gambar Korban Israel

TANGGAPAN TERHADAP FATWA SYEKH FAUZAN TENTANG LARANGAN MENAMPILKAN GAMBAR2 KORBAN KEBIADABAN ISRAEL

Bismillaah

*Syaikh Shalih Fauzan memfatwakan larangan menampilkan foto2 korban kezaliman kafir*

“Perkara ini tidak lazim. Tidak boleh menunjukkan foto-foto korban luka. Akan tetapi seharusnya umat Muslim diberitahu untuk memberi sumbangan pada saudara-saudaranya. Dan mereka diberi informasi bahwa saudara-saudaranya berada dalam keadaan yang buruk. Dan bahwa hal-hal buruk terjadi dari perbuatan Yahudi tanpa harus menunjukkan pada mereka foto dan gambar korban luka. Karena hal ini melibatkan penggunaan pembuatan gambar. Dan ini juga melibatkan memikul beban yang Allaah tidak perintahkan dengannya. Dan ini juga melemahkan kekuatan umat Muslim. Karena saat kau menunjukkan pada orang-orang gambar umat Muslim yang telah dipotong-potong (mutilasi) atau dengan bagian tubuh mereka terpotong. Ini membuat takut Umat Muslim dan membuat mereka takut akan perbuatan musuh-musuh.
Dan yang wajib adalah bagi muslim untuk tidak menunjukkan kelemahan. Dan mereka tidak menunjukkan tragedi/musibah-musibah. Dan mereka tidak menunjukkan hal-hal ini.
Seharusnya mereka menutupi hal-hal ini. Sehingga tidak melemahkan kekuatan umat Muslimun.”
(Syaikh Shalih Al-Fauzan)

From the lecture: “At-Tawheed, the Key to Happiness in This Life and the Hereafter”, by Ash-Shaikh Saalih Al-Fawzaan, as conveyed in the book “Al-Ijaabaaat ul-Muhimmah feel-Mashaakil il-Mulimmah”

Ini link-nya :
Showing the Wounds of the Muslims in Palestine and Other Places by Shaykh Saalih al Fawzaan:
http://www.salafitalk.net/st/viewmes…m=6&Topic=5825

BaraakAllaahu fiykum..

Jawaban ust hafidz:

Jadi, dalil yang digunakan Syaikh Shalih al-Fauzan itu ada tiga: (1) Dalil larangan menggambar; (2) Dalil memikul beban yang Allah tidak perintahkan; (3) Menunjukkan kelemahaman dan efek ngeri kepada umat Islam. Penjelasannya begini Pak Heru:
1- Dalil tentang larangan menggambar, tidak berlaku terhadap larangan memfoto. Kecuali kalau gambar tersebut diedit. Itupun tidak terkait dengan larangan menggambarnya, namun terkait dengan manipulasi fakta. Misalnya, gambar Jokowi waktu memakai pakaian ihram kebalik, sehingga posisi Idhtiba’ yang seharusnya tangan kanannya yang terbuka, justru tertutup, sedangkan tangan kirinya yang seharusnya tertutup, justru terbuka, kemudian diedit, sehingga posisinya benar, ini adalah manipulasi fakta. Tindakan begini hukumnya haram. Tapi, kalau memfoto, memposting gambar, kecuali gambar yang mengandung hadharah kufur, seperti gambar porno, atau yang lain, maka boleh.

Mengenai larangan menggambar, beda faktanya dengan memfoto. Karena menggambar dilakukan langsung dengan tangan, sedangkan memfoto hanya memejet tombol. Jadi, berbeda status hukumnya. Menggambar makhluk bernyawa memang haram, tetapi memfoto makhluk bernyawa boleh.

2- Dalil tentang melibatkan kaum Muslim dengan taklif yang tidak dibebankan kepada kita oleh Allah, jelas salah. Bukankah Allah justru memerintahkan kita menolong mereka, jika mereka meminta tolong? Q.s. al-Anfal: 72. Justru fatwa seperti ini menyesatkan. Mestinya, Syaikh Shalih al-Fauzan yang tinggal di wilayah Timur Tengah mengeluarkan fatwa jihad, bukan malah menarik diri dari terlibat dengan beban yang ditanggung oleh saudaranya.

3- Mengenai dalil menampakkan kelemahan, faktanya justru sebaliknya. Gambar kebiadaban Yahudi justru membuat simpati kaum Muslim yang lain. Gambar ini lebih kuat ketimbang jutaan kata. Faktanya, ketika gambar itu dikirim kepada umat Islam yang lain, mereka justru bangkit, bukan malah terhina. Karena kebiadaban Yahudi itu telah menghina martabat saudara kaum Muslim yang lain. Justru dengan wasilah gambar ini umat Islam bangkit.

Jadi, fatwa ini justru mencerminkan ilmu sang Syaikh. Seperti kiriman Ust. Malik hari ini. “Ilmu seseorang itu tampak dari ucapannya.” Maka, jangan melihat titel Syaikhnya, tetapi lihatlah apa yang disampaikannya benar atau tidak.

Jadi, semuanya tadi tidak bisa dijadikan sebagai dalil yang layak digunakan.

Wallahu a’lam.

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: