//
selamat membaca...
Hadits Pilihan

Asal Muasal dan Keutamaan Puasa Asyura

1. Asal muasal puasa ‘Asyura.

Hadist pertama, Hadist dari ‘Aisyah ra, beliau berkata :

“Dizaman Jahiliyah dahulu, orang Quraysi biasa melakukan puasa ‘Asyura. Rasulullah SAW juga melakukan puasa tsb. Tatkala tiba di Madinah, beliau melakukan puasa tsb dan memerintahkan yang lain untuk melakukannya. Namun tatkala puasa Ramadhan diwajibkan, beliau meninggalkan puasa ‘Asyura. lalu beliau berkata “Barang siapa yang mau, silahkan berpuasa. Barang siapa yang mau, silahkan meninggalkannya (tidak berpuasa)”[Hadist Bukhari 2002, Muslim 1125]

Hadist kedua, dari Ibnu Abbas, beliau berkata “ketika tiba di Madinah, Rasulullah SAw mendapati orang Yahudi melakukan puasa ‘Asyura. Kemudian Rasulullah SAW bertanya, “Hari yang kalian berpuasa ini adalah hari apa?” Orang-orang Yahudi tersebut menjawab “ini adalah hari yang sangat mulia. Ini adalah hari dimana Allooh menyelamatkan Musa dan kaumnya. Ketika itu pula Fir’aun dan kaum nya ditenggelamkan. Musa berpuasa pada hari ini dlm rangka bersyukur, maka kami pun mengikuti beliau berpuasa pada hari ini”. Rasulullah SAW lantas berkata, “kita seharusnya lebih berhak dan lebih utama mengikuti Musa daripada kalian”. Lalu setelah itu rasulullah SAW memerintahkan kaum muslim untuk berpuasa. [HR. Muslim 1130]

Dari hadist lain, juga dari Ibnu Abbas. Saat Nabi Muhammad. SAW memerintahkan shaum ‘Asyura, saat itu ada yg berkata “wahai Rasulullah, hari ini adalah hari Ÿª♌ğ diagungkan Yahudi dan Nasrani”. Lantas beliau SAW berkata “apabila tiba tahun depan-Insya Allah-kita akan berpuasa pula pada hari ke sembilan”. Ibnu Abbas mengatakan “belum sampai tahu depan, Nabi SAW sudah keburu meninggal dunia”[HR. Muslim 1134]

Para ‘Ulama kemudian mengatakan sunnah hukumnya berpuasa pada tgl 9 dan 10 Muharram. Dan makruh (bukan haram) jika hanya berpuasa pada tgl 10 muharram saja.

Sebagian ‘ulama lagi berpendapat bhw sebaiknya berpuasa tidak hanya pada tanggal 9 juga 10 muharram, namun juga pada tgl 11 muharram.

Dalilnya “puasalah hari ‘Asyura (10 muharram) dan selisihilah Yahudi. Puasalah pada hari sebelumnya atau sesudahnya”[sanad hadist ini dhaif]

Sebagian ulama tidak berhujjah dengan hadist ini, namun sebagian lagi menjadikannya hujjah untuk kehati-hatian, yakni jika merasa khawatir penentuan awal Muharram keliru, maka boleh puasa tgl 9,10 dan 11 muharram.

2. Keutamaan puasa ‘Asyura

Banyak hadist-hadist yang menyebutkan keutamaan shaum ‘Asyura seperti dihapuskannya dosa-dosa setahun yang lalu.

Nabi SAW bersabda “puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allooh agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu”[HR. Muslim 1975]

3. Persoalan unik.

Timbul pertanyaan, nabi SAW lebih banyak perpuasa sunnah di bulan sya’ban bukan di bulan Muharram? Kenapa bisa demikian. Padahal beliau SAW menyatakan dalam sebuah hadist semisal “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allooh (syahrullah) yakni Muharram. …[HR. Muslim 1163]

Imam an Nawawi menjelaskan bahwa ada dua kemungkinan :

1. Mungkin saja nabi SAW baru mengetahui keutamaan banyak berpuasa di bulan Muharram di akhir hayat beliau.

2. Boleh jadi pula beliau memiliki udzur ketika berada di bulan Muharram (seperti safar atau sakit) sehingga tidak sempat menunaikan banyak puasa pada bulan Muharram. Walloohu a’lam bishshawaab

Ditulis oleh @AdiVictoria

Salam @prioagungw

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: