//
selamat membaca...
Inspirasi, Mompreneur

Ladang Pahala Seorang Istri

Menjadi ‘ummun warobbatul bait’, Ibu pengatur rumah tangga adalah sesuatu yang luar biasa. Selain mengasyikkan, juga ada tanggungjawab yg besar dan mulia, yakni membesarkan, mendidikan buah hati menjadi anak yang shalih dan shalihah.

Alloh SWT telah menyiapkan pahala yang besar bagi setiap ibu rumah tangga, istri-istri yang shalihah. Setiap pekerjaan rumah yang dilakukan dengan penuh suka cita, ikhlas karena semata mengharap ridho Alloh serta faham, in syaa Alloh.

Ada puluhan ayat dan juga hadits yang menjelaskan bagaimana seorang istri menjalankan perannya sebagai ummun robbatul bait, diantaranya adalah sebagai berikut:

Alloh aza wajalla berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33).

Demikian pula Sang Maha Pengasih berfirman dalam QS. An Nisa’: 34, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Kekasih Alloh yang kita nanti-nantikan syafa’atnya juga telah berpesan kepada setiap istri, “Perhatikanlah sikapmu terhadapnya (suami), karena ia bisa menjadi surgamu dan nerakamu”(HR. Ibnu Saad, Ath-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al Jami’us Shaghir (1590)

Selain daripada dalil yang menunjukkan mulianya tugas seorang istri, diberitakan pula bagaimana kondisi seorang istri diakhirat kelak. Berikut salah satunya ada yang disabdakan oleh Baginda Nabi SAW dalam lisan beliau yang mulia:

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907). Lihatlah bagaimana kekufuran si wanita cuma karena melihat kekurangan suami sekali saja, padahal banyak kebaikan lainnya yang diberi. Hujan setahun seakan-akan terhapus dengan kemarau sehari.

Suatu ketika, Ustadz HM Hari Moekti, seorang Dai yg mantan aktris dan penyanyi roker pernah berkata, “Sungguh merugi dan tak bersyukur jika seorang istri menyerahkan urusan rumah tangganya kepada pembantu atau mertuanya.”

“Jika seorang istri tahu betapa besar nilai pahala mengurus suami, anak, keluarga dan rumahnya, maka niscaya ia takkan pernah mengizinkan siapapun untuk mnegerjakan tugasnya (jika tak dalam kondisi darurat).” Tegas beliau.

Oleh karenanya, sebagai bentuk rasa syukurnya seorang istri, hendaknya tugas sebagai Ummun warobbatul bait betul-betul menjadi ladang pahala baginya.

Adapun suami yang shalih, akan menghormati dan memperlakukan secara lembut dan baik terhadap wanita yang memberikan keturunan baginya. Sebagaimana suri tauladan Rosulullah saw bahwa beliau adalah seorang suami yang paling lembut terhadap istri dan keluarganya.

Kesempatan ladang pahala bagi suami juga tersedia lebar. ”..Dan sesungguhnya, tidaklah engkau menafkahkan sesuatu dengan niat untuk mencari wajah Allah, melainkan engkau diberi pahala dengannya sampai apa yang engkau berikan ke mulut istrimu akan mendapat ganjaran.” (Shahih, HR Al-Bukhari (no.1295( dan Muslim (no.1628), dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu’anhu).

Bagi pembaca, jika Anda suami, maka berbahagialah, karena istri adalah ladang pahala bagimu. Dan jika pembaca adalah seorang suami pula, maka ingatlah, bahwa istri juga bisa menjadi neraka bagimu. Yuk, kita sama-sama berproses menjadi imam yang baik, sesuai syariah dan menjadikan Alloh (Al-Qur’an) dan Rasul saw. (Hadits dan Sunnah) sebagai karakter keluarga kita, in syaa Alloh, aamiin>

Semoga menjadi keluarga yang diliputi Sakinah, Mawaddah waRahmah.

Salam penuh hangat dari Abu Khalid, @prioagungw

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: