//
selamat membaca...
Optimasi Diri

Do It Now

Banyak orang menganggap bahwa dirinya masih hidup di hari esok. Dan ada juga yang dengan yakin mengatakan bahwa ia masih hidup di tahun yang akan datang. Itu tindakan yang konyol. Mengapa saya katakan konyol? Karena manusia tidak tahu pasti apakah ia akan hidup satu jam ke depan atau tidak, karena ajal sewaktu-waktu datang, dan karena ajal datang tanpa meminta permisi. Betul?

Apa yang kamu fikirkan ketika hendak tidur di malam hari?

Tipe orang pertama, Kebanyakan dari kamu berfikir, “Besok mau ngapain ya? Ah besok main game lagi ah…” atau kamu berfikir, “Aku sudah bikin banyak agenda untuk besok pagi, sekarang saatnya istirahat untuk menyambut besok pagi yang penuh semangat dan dateline?

So, kamu bakal tidur begitu saja. Padahal, kamu tidak tahu bahwa apakah besok pagi kamu bisa membuka mata melihat sinar mentari pagi atau kah tidak? Kamu bakal meninggal sebelum esok pagi? Nah, ada yang sempat memikirkannya?

Tipe orang kedua Sebelum kamu tidur, kamu berfikir seperti ini, “Jika ini adalah tidur terakhirku, akan ku pastikan bahwa tidurku untuk kuniatkan sebagai ibadah kepada Alloh, kuniatkan sepertiga malam terakhir aku bangun dan tahajjud, dan kuniatkan pula sholat Shubuh berjamaah.” Nah, ini dia cara berfikir orang  yang tahu bakal dijemput oleh ajal kapan saja.

Kamu termasuk yang mana sob? Tipe orang pertama atau tipe orang kedua?

Oleh karena itu, sebagai muslim yang tahu persis bahwa dirinya tak tahu sampai kapan di dunia ini, maka sikap bersiap-siap dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas adalah sesuatu yang tepat. Hati-hati dalam menjalankan syariat, menghindari maksiat dan laknat Alloh. dan bersiap-siap kapan pun ajal datang menjemput.

Sesungguhnya jika ajal datang menjemput kita memiliki dua pilihan, meninggal dalam dua kondisi, yaitu meninggal dalam keadaan khusnul khotimah (dalam kebadaan baik) atau su’ulkhotimah (dalam keadaan buruk/bermaksiat kepada Alloh).

Apa pilihan kamu, sob?

Jika kamu menginginkan surge, maka pilihkan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Yups. Setuju?

Tapi tidak sedikit dari kebanyakan kita lebih memilih mempersiapkan diri meninggal dengan su’ul khotimah. Apa buktinya?

Buktinya adalah semakin hari semakin banyak yang dari hari ke hari meninggalkan syariat, tak memakai Jilbab padahal jilbab adalah wajib. Banyak juga yan setiap harinya memakan Riba (Bunga) padahal Riba itu jelas-jelas haram.

Ada juga yang masih hidup secara campur baur, padahal Alloh melarang kita untuk ihtilat (bercampur baur antara yang bukan mahram, baik ditempat umum maupun ditempat khusus) dan masih banyak juga yang meninggalkan puasa Ramadhan dan Sholat Wajib. Lebih-lebih, masih banyak yang menggunakan hokum-hukum kufur dari pada menggunakan hokum yang turun dari Alloh.

Nah, kalau sudah begitu, apa surga yang dinantikan oleh mereka sama dengan surga milik Alloh? jangan-jangan mereka membuat surganya sendiri. Jelas! Alloh menyediakan surga hanya untuk orang-orang yang bertaqwa, yakni orang-orang yang menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Ok, inget perkataan itu dari ustadz-ustadz kita dipengajian? Alhamdulillah jika masih ingat.. J

Sahabat Optimizer

Sudahlah ajal datang secara tiba-tiba menjemput, dan kita tidak tahu saat seperti apa kita akan meninggal. Pertanyaan saya, apakah kamu sudah siap?

“Mas Agung, kok jadi serem sih obrolannya. Ganti topic lain doong!”

Ok, gimana kalau yang ternyata yang meninggal duluan adalah orang yang paling berjasa dan paling kita sayangi, yaitu Ibu kita. Apakah kamu sudah siap kehilangan beliau? Sudah rela kah kehilanga beliau?

Coba kita inget-inget lagi, saat beliau ada disamping kita ketika kita masih kecil, masih cupu dan masih tergantun semuanya Ibu, semuanya Ibu.

Sekarang, mungkin kamu lagi jauh sama beliau. Mungkin juga kamu tiap tahun baru bisa jenguk beliau, atau barang kali kamu setiap hari ketemu, tapi ketemunya tidak berkualitas. “Lho kok nggak berkualitas, maksudnya apa mas Agung?”

Iya, bisa jadi setiap hari justru yang ada hanyalah membuat Ibu kamu khawatir, stress, dongkol melihat tingkah laku kamu, atau justru sebaliknya, kamu sebel melihat muka Ibu kamu yang judes dan kurang perhatian ke kamu. Hehe… maaf ya, tapi apapun yang beliau lakukan, beliau adalah orang tua kita, betul?

Bersambung…

Ingin ngobrol dengan saya? follow @prioagungw

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: