//
selamat membaca...
Inspirasi

Naik Motor, Yok!

Sepeda motor menjadi favorit pengguna jalan, Karena memang ia lebih gesit, lincah, dan mudah untuk masuk gang-gang kecil. Maka banyak orang beralih menggunakan sepeda motor untuk efisiensi waktu. Apa yang Anda rasakan ketika naik kendaraan? Menyenangkan dan memberi pelajaran. Ya, ketika kita menaiki sebuah kendaraan bermotor, atau lebih tepatnya saya akan sedikit bercerita tentang sepeda motor. Pernahkah Anda naik sepeda motor? Jawabannya mungkin beraneka ragam. Sangat sering, sudah jadi kebutuhan, atau sebuah pilihan dan kadang suatu kesempatan yang istimewa karena tidak semua orang punya sepeda motor.

Pelajaran berharga itu antara lain adalaha :

1. Mengendalikan. Menyetir dan menggunakan tools yang ada di sepeda motor memang hanya persoalan mengendalikan saja. Mulaid gas, porsneling, rem hingga lampu sein kanan kiri serta klakson. Jika kita tidak bisa mengendalikan tools tadi apa jadinya berkendaraan kita. Pasti akan sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sebagai contoh Anda mengerem mendadak, selain mengagetkan diri sendiri, pembonceng juga pengendara lain dibelakangnnya. Bikin ngeri yang naik bersama Anda. Demikian juga dengan kehidupan ini. Jika kita salah mengendalikan atau bahkan tidak bisa mengendalikan diri, tentu akan merugikan diri sendiri, bahkan orang lain. Sebagai misal, mengontrol emosi. Emosi yang meledak-ledak dan tak terkontrol bukannya memberi keuntungan bagi Anda akan tetapi akan membuat sgalanya semakin kacau.

Jadi, mengendalikan diri adalah fungsi penting dalam kehidupan.

2. Berbagi. Semuga orang tahu bahwa jalan adalah kepemilikan umum. Beberapa orang saja yang kemudian mengklain punya jalan sendiri alias jalan tol. Namun, secara yurudis dan syara menyebutkan jalan adalah kepemilikan umum. Karena jalan adalah kepemilikan umum, maka saat berkendara pun harus rela berbagi dan terkadang harus rela mengalah. Bukannya dikuasai sendiri. Jika berkendara melakukan zigzag misalnya, atau mengebut di jalanan umum, ini adalah cermianan seseorang yang tidak memahami konsep berbagi. Satu jalan, dipakai banyak orang, maka berbagilah dengan arif. Ada kalanya harus mengalah untuk memeprsilakan pengendara lain untuk jalan terlebih dahulu.

Maka, berbagilah untuk kebahagiaan Anda dan sesama.

3. Ketaatan pada aturan. Bayangkan jika aturan lalu lintas kemudian tidak di patuhi. Bagaimana hasilnya? Tabrakan pun tak akan terelakan. Orang2 akan saling menyalahkan dan menganggap posisinya paling benar. Memang, aturan lalu lintas bukan kewajiban paling agung yang datang lagsung dari Tuhan, akan tetapi ia buat oleh manusia sebagai aturan yang diperbolehkan menurut syara. Dari sini kita belajar. Jika pengendara tidak ada aturan, maka jelas akan berakibat fatal. Maka, demikinian juga dengan kehidupan ini jika tidak ada aturan maka yang terjadi adalah halal untuk saling menjegal, membunuh, merampas, menganiaya, merampok dan semena-mena terhadap orang lain.

Untuk itu, agar hidup ini selamat di dunia dan diakhirat, maka kehidupan ini butuh aturan yang datang dari Dzat yang Maha Tahu tentang Manusia, Alam Semesta dan Kehidupan yakni Allah SWT.

4. Menoleh kebelakang melalui spion. Kenapa spion berukuran kecil? Nah, kalo besar namanya bukan spion dong, hehe. Betul demikian. Ada pelajaran yang bisa kita ambil dari spion ini. Jika spion ini berukuran besar, maka terjadi adalah pengedara akan fokus melihat spion dan bukan fokus pada tujuan. Bisa jadi yang terjadi adalah terjadi kecelakaan, pengedara tidak fokus pada tujuan. Ini seperti halnya kehidupan, jika kita fokus mengurusi masa lalu kita, kekurangan kita dan fokus menyalahkan diri sendiri, maka selamanya tidak akan pernah sampai pada tujuan kita.

Maka, fokuslah memandang kedepan (baca; tujuan hidup manusia) dan sesekali melihat kebelakang (baca; pengalaman) sebagai pelajaran berharga buat kita.

5. Merawat. Baik pengendara maupun kendaraannya ia butuh dirawat, jika tidak bisa-bisa ini membahayakan keduanya. Keselamatan kendaraan, pengendara, dan pengendara lain.

Ini memberikan pelajaran bagi kita, sejauh apapun tujuan kita, tidak akan pernah kita capai jikalau kendaraan dan pengendara tidak dirawat dengan baik (baca; sesui dengan fitroh manusia yakni sebagai abdullah dengan kendaraan iman)

Sekiranya itulah pelajaran yang dapat kita petik dari naik motor. Semoga memberi pelajaran berharga buat kita. Setelah baca artikel ini, kita NAIK MOTOR, YOK!

Salam Spesial

PAW

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: