//
selamat membaca...
Optimasi Diri

Hidup adalah Sebuah Pilihan

Takkan ada yang mengira bahwa Anda yang kini membaca tulisan ini telah tumbuh dewasa dan menjadi seperti apa Anda sekarang. Apakah telah ada yang mengira secara pasti bahwa Anda yang tumbuh di lingkungan keluarga yang serba keterbatasan, kemudian kelak menjadi orang yang serba kekurangan? Apakah telah diketahui pasti bahwa Anda yang sekarang hidup berkecukupan, kemudian kelak akan menjadi orang yang serba berlebih? Tidak ada seorang pun yang bisa mengira dan memastikan kehidupan kita yang akan datang menjadi seperti apa. Namun, Anda akan menjadi seperti apa yang Anda pilih dan yang Anda inginkan. Mengapa saya mengatakan demikian? Sungguh, dalam segala perkara ada dua sisi. Sisi yang pertama adalah sisi yang saat kita melakukan perbuatan kita menguasainya, sedangkan satu sisi yang lain saat kita melakukan suatu perbuatan ada ‘sesuatu yang lain’ yang menguasai kita. ‘Sesuatu yang lain’ itu yang disebut dengan kehendak (qadla) Sang Pencipta. Dalam sisi yang kita kuasai, kita dapat melakukan segala hal yang kita kehendaki. Dari sinilah pilihan-pilihan hidup itu bebas kita tentukan. Mau kemana kita melangkah, berbuat atau tidak berbuat, suka atau tidak suka terhadap sesuatu, menaati perintah atau melanggarnya, terdiam atau tergerak, dan sampai pada memilih mau seperti apa kita di masa yang akan datang.

Manusia yang spesial akan memahami bahwa dalam kondisi ini segala perbuatan kita akan dihisab oleh Allah. Sungguh saya tak tahu apa yang ada dalam imajinasi Anda tentang masa depan hidup yang ingin Anda ukir. Namun, saya pastikan semua orang mempunyai sebuah keinginan mau seperti apa masa depan hidup mereka. Baik yang telah menentukan atau bahkan mereka yang tak menentukan sama sekali mau seperti apa masa depan mereka. Dan ketika ia tak menentukan sama sekali mau seperti apa masa depan mereka, itu adalah sebuah pilihan, memilih untuk tidak menjadi apa-apa. Namun, apapun pilihan hidup Anda, barangkali tetap tersisa satu hal yang layak dicatat: pilihan itu sebaiknya didasari pada sebuah keyakinan yang mendasar. Keyakinan yang muncul dari proses berfikir yang cemerlang dan diyakini dalam hati. Keyakinan yang mampu menghancurkan batu cadas, keyakinan yang tak tergoyahkan, yakni keyakinan kepada sesuatu yang tak terlihat, ‘sesuatu yang lain’.

Sang Pencipta telah mengabarkan dalam Kitab PertunjukNYA, yakni Al-qur’an bahwa Sang Pencipta sesuai dengan prasangka hamba-hambanya. Saat Anda menjadi seperti Anda sekarang (saat membaca tulisan ini), itulah pilihan Anda. Saat Anda memutuskan untuk meneruskan ke Perguruan Tinggi tertentu, saat itulah Anda telah menentukan pilihan hidup Anda. Saat Anda memutuskan seseorang menjadi pendamping hidup Anda, maka itulah pilihan hidup Anda. Ketika Anda menjadi seorang pengusaha, dokter, dosen, psikiater, anggota parlemen, ‘pelayan ummat’ alias aktivis dakwah, pejuang demokrasi, penyembah Barat dengan Kapitalismenya, mengagungkan kehidupan dunia, atau bahkan menjadi pembunuh, perampok, pecandu narkoba dan penikmat tayangan-tayangan porno, anak yang durhaka kepada kedua orang tua, maka itulah pilihan Anda karena semua itu adalah sesuatu yang berada pada sisi yang dapat Anda kuasai dan kehendaki. Anda akan menjadi seperti apa yang Anda pilih. Maka pilihlah sebaik-baiknya. “And we’ll keep on fighting till the end……”, begitu paman Freddy “Queen” Mercury pernah berdendang.

 

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: