//
selamat membaca...
Optimasi Diri

Pilihanku: Menjadi Manusia Spesial Kembali

Kawan, untuk menjadi seseorang yang spesial kembali memang tidak mudah. Saya pun mengalami hal yang serupa dengan Anda. Begitu sulitnya kita mendapatkan kepercayaan orang tua kita kembali. Begitu sulitnya kita menjadi sahabat terbaik setelah kesalahan yang kita lakukan kepada mereka tempo hari. Dan yang kita lakukan kepada puluhan atau bahkan kepada ratusan orang.

Terkadang kita berfikir, “Apa bisa saya yang sudah lama tidak memperhatikan mereka bisa menjadi spesial kembali dalam kehidupan mereka.” Mungkin itu kalimat yang terbesit dalam benak kita. Kita telah banyak menyakiti mereka, mengecewakan mereka, membuat mereka kesal dan marah, dan paling parah membuat hubungan kita terputus karena sesuatu hal bodoh yang pernah kita lakukan. Demikian pula terhadap Tuhan kita, Allah SWT. Akankah Ia akan menerima taubat kita? Ingat! Anda sudah memilih untuk menjadi spesial kembali, maka berusahalah merealisasikannya. Mereka akan melihat Anda berproses, dan terus berproses.

Pertahankan Pilihan Anda

Jangan biarkan orang lain mempengaruhi ide dan keputusan Anda. Dalam lima tahun ke depan, Andalah – bukan mereka – yang harus hidup dengan pilihan yang telah Anda buat. (Sarah Barklacich)

Penggagalan kalimat inspiratif di atas bisa jadi mengusik kita. Manusia yang menjadi—maaf—pembebek, dalam bahasa lain pengekor—setiap keputusan dan ide orang lain. Baik dalam organisasi dan bahkan dalam menentukan arah hidup kita. Kita dapat menyaksikan pada diri kita, yang sering bingung dalam menentukan arah mau kemana kita akan melangkah. Akan kita apakan hidup kita ini dan mulai dari mana semua ini akan kita lakukan.

Biasanya, orang yang tidak teguh dalam menjalani hari-hari kehidupannya, ia mudah putus asa, mengeluh dan merendahkan diri. Merasa khawatir dalam menghadapi masa depan. Dan risau menjalani hari ini. Sehingga aktivitasnya pun tak terkontrol dan tak terjadwal dengan rapi. Dalam melakukan segala aktivitas ia kerjakan secara serabutan, tanpa memilah mana yang penting dan mendesak, penting tapi tidak mendesak, dan tidak penting. Jelasnya tidak ada prioritas dalam kamus kehidupannya.

Jika kita menganggap bahwa hidup bagaikan air mengalir dan air yang mengalir muaranya adalah lautan (kebahagiaan-red), maka dapat kita pastikan pula bahwa air yang mengalir tidak selalu muaranya adalah lautan. Ada juga air yang mengalir dan muaranya adalah—mohon maaf—comberan! Tapi bukan berarti orang yang berpandangan demikian adalah buruk. Barangkali, ada ‘sesuatu’ yang belum ia fahami. Atau barangkali ia tidak mau tahu dan tidak mau faham. Jadi, Jangan biarkan orang lain mempengaruhi ide dan keputusan Anda. Dalam lima tahun ke depan, Andalah—bukan mereka—yang harus hidup dengan pilihan yang telah Anda buat.

Advertisements

About Muslim Optimizer

karena hidup ini singkat, maka pastikan taat dengan syariat agar selamat dunia dan akhirat l berbagi untuk bekal kehidupan yang hakiki :) @prioagungw

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: